oleh

Zulkifli AS Seharusnya Evaluasi Jabatan Suwandy SH.,MH Sebagai Kadisnakertrans

Riauperistiwa.com Dumai Baru saja rasanya puluhan massa yang mengatasnamakan Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (FAPTKL) Kota Dumai menggelar aksi demo damai di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai beberapa waktu lalu. Dengan tujuan meminta Dinas terkait untuk menjalankan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan, yang pada prakteknya mereka anggap tidak maksimal.

Teranyar, ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera lndonesia (K-SBSI) Kota Dumai kembali geruduk Kantor Disnakertrans untuk menggelar demonstrasi. Kali ini massa yang terdiri dari gabungan pekerja beberapa perusahaan di Dumai itu, menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2020 dan menolak tegas penetapan UMK oleh Dewan Pengupahan Kota (DPK) yang dinilai tidak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Massa tidak terima, karena persentase kenaikan UMK 2020 oleh DPK tidak sesuai dengan PP No 78 tahun 2015 sebesar 8,1 persen dari upah tahun sebelumnya. UMK Dumai hanya naik sebesar 5,4 persen saja, artinya upah terbaru sebesar Rp 3.289.033 ditolak dengan tegas oleh pekerja. Dan mereka siap menyampaikan tuntutan ini ke Jakarta, jika tidak ada perubahan UMK oleh DPK sebagaimana disampaikan orator aksi demo kemarin.

Selain dua aksi demo yang disebutkan diatas ternyata ada beberapa aksi demo lainnya yang terjadi di Kantor Disnakertrans Kota Dumai dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir. Tentu kejadian ini menjadi perhatian beberapa pihak, dan mereka beranggapan ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Salah satunya terkait kedudukan Kadis sekarang Suwandy SH., MH tentunya orang yang paling bertanggung jawab terhadap persoalan ketenagakerjaan yang semakin tidak kondusif.

Seorang tokoh masyarakat Dumai Putra lrhas Samudera berkomentar kepada awak media Jumat (22/11/2019) “Saya pribadi sangat prihatin dengan kondisi ketenagakerjaan sekarang, anak-anak tempatan banyak menganggur padahal perusahaan yang bercokol tidak sedikit, tentu ada yang salah dengan situasi sekarang ini. Ada tudingan, banyak perusahaan tidak merekrut tenaga kerja (naker) lokal mereka lebih cenderung membawa dari luar.” ujarnya.

Selanjutnya Putra menambahkan “Persoalan naker di Dumai jika diibaratkan kepada penyakit, sudah komplikasi dan kondisi ini diperparah dengan tidak tegasnya Disnakertrans dalam menjalankan amanat Perda tadi. Dan salah satu pemicu adalah karena kondisi kesehatan Kadis yang sering terganggu, sudah bukan rahasia lagi Suwandy idap beberapa penyakit. Karenanya Pak Walikota Zulkifli AS perlu mengkaji kedudukan Kadis sekarang demi kebaikan beliau dan masyarakat Dumai yang mencari kerja.” jelasnya.

“Pak Walikota perlu menyikapi persoalan ini dengan bijak dan berharap mengambil keputusan dengan cepat, agar disisa masa jabatan mendapat apresiasi. Karena beliau sendiri pernah berjanji, pada visi pembangunan Kota Dumai 2016-2021, salah satu program kerja unggulannya saat itu adalah “Mengubah perda tenaga kerja dari 70:30 menjadi 100% tenaga kerja lokal” Tak payahlah sampai 100 persen balek ajo ke angko lamo dah hebat tu.” ungkap lmron menimpali.

Selanjutnya “Jangan ada alasan lagi Pak Wali pertahankan Suwandy karena jika dinilai dari kinerja, sangat jauh dari memuaskan, contoh nyata sudah ada, itu tadi demo berjilid-jilid. Ditambah kondisi kesehatan yang tidak memadai, baiknya Pak Suwandy beristirahat dan fokus untuk perbaikan kesehatan. Biarlah yang lain memikirkan tentang ketenagakerjaan, karena masih banyak tenaga-tenaga muda potensial punya semangat dan etos kerja mumpuni untuk membenahi kompleksitas yang ada, tunggu apa lagi Pak Wali, sekarang saatnya menganti Kadis yang tak mampu menjalankan visi dan misi Walikota, katanya peduli dan beri solusi.” pungkas lmron tersenyum.***(RPC)

Pewarta : Zainal Arifin

Editor : Ridwan Fk.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed