oleh

Warga Soroti Penyaluran Dana CSR di Duga Tidak Sesuai Aturan Serta Tidak Tepat Sasaran

Riauperistiwa.com Dumai Warga menyoroti penyaluran dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) atau Kepedulian Sosial dan Lingkungan sejumlah Perusahaan Swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bercokol dan beroperasi di Kota Dumai.

Sorotan tersebut berkaitan proyek pembangunan pagar dan taman sepanjang median Jalan Sultan Syarif Kasim dan pembangunan taman sepanjang Jalan HR.Soebrantas, bahkan saat ini masih berlangsung pekerjaan di maksud.

Andi (49) warga Jayamukti mengaku heran dengan pihak pihak yang membuat kebijakan, karena sepengetahuannya “CSR digunakan untuk membangun kepentingan masyarakat, terutama warga masyarakat berdomisili sekitar areal perusahaan dan yang tak kalah penting pemerintah tidak berhak menerima dana CSR” Ungkapnya ke awak media Selasa, (09/04/19).

Pendapat warga bernama Andi tadi ada benarnya karena sesuai Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) pada Bab V Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pasal 74 jelas menyatakan arah dan tujuan CSR tersebut.

Peran aktif Pemerintah tidak terkecuali Pemko Dumai dalam hal pemanpaatan dana CSR hanyalah agar uang yang di keluarkan oleh perusahaan bisa tepat sasaran sesuai dengan program dan kebutuhan masyarakat, serta sebagai monitoring bukannya sabagai pengelola dana CSR.

Pemerintah Daerah seharusnya berdiskusi dan berkolaborasi dengan perusahaan pemberi CSR dan dibantu dengan kelompok masyarakat yang dapat diwakili oleh LSM di bidang CSR agar terciptanya suatu pemahaman bagaimana CSR seharusnya di manfaatkan.

Istilah CSR erat kaitannya dengan masyarakat, pada dasarnya CSR merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitarnya, baik secara sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat.

Secara harfiah CSR diartikan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan dan sebuah kegiatan termasuk dalam program CSR jika memiliki ciri ciri, pertama: Identifikasi yaitu memprioritaskan kegiatan tersebut untuk orang orang yang benar membutuhkan di banding mementingkan keinginan.

Kedua: Continuity yaitu kegiatan bersipat terus menerus atau berkesinambungan, Ketiga: Empowering yaitu kegiatan yang di lakukan menekankan pada aktifitas tersebut, dilakukan oleh masyarakat.

Pada akhirnya terpulanglah kembali ke masyarakat untuk membuat penilaian apa yang telah dilakukan berkaitan dana CSR, apakah telah sesuai aturan atau sebaliknya****(Rp)

Penulis: Zainal Arifin

Editor   : Hendri D

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed