oleh

Warga Minta Satgas Anti Mafiatanah “Basmi” Komplotan Diduga Penilap Lahan Dinas Perikanan Pemprov Riau

Dumai (Riauperistiwa.com) – Polemik permasalahan tanah di kelurahan Lubuk Gaung dan kelurahan Tanjung Penyembal kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai provinsi Riau hingga hari ini masih saja berlanjut. 

Bisa jadi permasalahan tanah di kelurahan Lubuk Gaung dan Tanjung Penyembal diduga akibat ulah mafia tanah lokal, didukung finansial yang cukup dari para spekulan sehingga mafia tanah dalam aksinya bisa menguasai tanah yang bukan haknya dengan menggunakan SK (Surat Keterangan) “berjalan mencari tanah”. Demikian ungkapan warga Lubuk Gaung seraya merahasiakan identitasnya membagikan informasi kepada awak media (Minggu, 07/03/2021).

Fenomenal !! “surat berjalan mencari tanah” bukan merupakan rahasia. Masyarakat umum banyak yang tahu terjadi sejak kelurahan Lubuk Gaung dan kelurahan Tanjung Penyembal di “nobatkan” menjadi kawasan industri sehingga bermunculan SK Tanah tahun terbit 1982-1984 dan 2000 diduga digunakan “surat berjalan mencari tanah”. 

Untuk memuluskan aksi “surat berjalan mencari tanah”, tidaklah mengherankan mafia tanah boleh dibilang piawai. Spekulan dan mafia tanah “bergandeng tangan” dengan aparat pemerintahan setempat yang diduga bersekongkol untuk mendapatkan bidang tanah yang bukan haknya dengan segala cara apapun dihalalkan, meski melanggar hukum. Para mafia tanah merasa kebal hukum, sebab sampai saat ini belum ada satupun mafia tanah yang terjerat hukum.

Salah satu contoh yang selama ini menjadi sorotan para netizen terkait asset Dinas Perikanan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berupa tanah di kelurahan Lubuk Gaung. Konon tanah tersebut telah berpindah tangan kepada pihak lain secara non prosedural yang belakangan ini gencar dipublikasikan media ini. Bahkan kasus beralihnya asset Dinas Perikanan Pemprov Riau tersebut dikabarkan telah diproses oleh aparat penegak hukum di daerah ini. Namun, lagi-lagi kandas di “perjalanan” tak jelas kenapa justru kasus asset Dinas Perikanan Pemprov Riau yang dibeli menggunakan APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 1984-1985 yang diduga dijual kepada salah satu perusahaan berlokasi di kawasan industri Lubuk Gaung tidak bergulir ke Pengadilan Tipikor. Ajaib, sehingga menjadi pertanyaan besar bagi warga Dumai.

Asset Dinas Perikanan Pemprov Riau berupa tanah dibeli menggunakan dana APBD Provinsi Riau dengan harga Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dengan luas 50.150 M2, berlokasi di Lubuk Gaung Berdasarkan AJB Nomor : 52/AJB/BK/1986 tanggal 22 Februari 1986. Asset berupa tanah tersebut diperuntukkan untuk budi daya tambak. 

Namun oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, asset Dinas Perikanan tersebut dijual kepada salah satu perusahaan dengan harga yang sangat fantastis. Sebagai pengganti lahan yang telah dialihkan tersebut, oleh Lurah Lubuk Gaung dan Camat Sungai Sembilan menerbitkan Surat Keterangan Ganti Kerugian/ Usaha Atas Sebidang Tanah dengan No. Reg. Camat : 626/SKGR/SS/2006, 627/SKGR/SS/2006 dan 628/SKGR/SS/2006 tanggal 16 Agustus 2006 atas nama Prof. DR. Ir. H. T. Dahril. M. Sc. 

Berbagai keterangan yang dihimpun awak media ini menyebutkan bahwa asset Dinas Perikanan Provinsi Riau berupa tanah seluas 50.150 M2 tersebut telah di tukar gulingkan ke lokasi lain yang letaknya di Sungai Buluh Hala kelurahan Basilam Baru kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai sesuai SKGR yang diduga sebagai bukti pengganti asset Dinas Perikanan Provinsi Riau. Sementara tugkar guling tersebut tanpa adanya proses penghapusan asset oleh Pemprov Riau dan DPRD Prov. Riau.

Terkait dugaan raibnya lahan asset Dinas Perikanan Pemprov Riau mendapat tanggapan dari warga sekitar lokasi, Minggu (07/03/2021) kepada media ini warga tersebut minta agar ada pengusutan. Apalagi sekarang ada Satgas Anti Mafiatanah dan ia berharap Satgas membasmi oknum yang menilap lahan tersebut.

“Semoga Satgas Anti Mafiatanah merespon berita ini dan segera lakukan pengusutan dan “basmi” pelakunya serta orang-orang yang diduga ikut terlibat, sepertinya ada persekongkolan jika tidak mustahil terjadi. Sudah bukan rahasia lagi dalangnya kami warga sekitarpun tahu tapi tak kuasa nak becakap maklum mereka tj orang hebat”. ungkapnya dengan logat tempatan, dan minta namanya tidak dirilis.***(Tim)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed