oleh

Walikota Punya Hak Prerogativ Terhadap Pemutasian dan Juga Penempatan Jajarannya

Riauperistiwa.com Dumai “Pemutasian dan penempatan seseorang sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sesuatu yang lumrah dan biasa. Apalagi Kepala Daerah selaku pimpinan tertinggi dalam suatu wilayah pemerintahan mempunyai hak prerogatif.

Kepala Daerah berhak memutasi bawahan, namun tentunya harus pula memperhatikan beberapa aspek dan pertimbangan lain menurut aturan yang memang di peruntukkan untuk itu. Jangan sampai pemutasian ada unsur politis, suka dan tidak suka, terlebih jika yang bersangkutan undur diri, tak elok apabila di kait-kaitkan dengan kontestasi pilitik”. ungkap lsmail Abdul Azis, Jumat (01/11/2019).

Sebagaimana di ketahui belum lama ini (Kadis) Kepala Dinas PUPR Kota Dumai, Muhammad Syahminan mengundurkan diri dari jabatannya selaku Kadis. Pengunduran tersebut mendapat reaksi beberapa individu, mereka merasa bahwa Walikota Dumai bersikap tidak adil, dan seakan -akan menyeret persoalan ini ke ranah politik.

Karena semasa menjabat Kadis PUPR, beliau ikut mendaftar ke salah satu (Parpol) Partai politik untuk menjadi (Balon) Bakal Calon Bupati Bengkalis, pada (Pilkada)  Pemilihan Kepala Daerah periode mendatang. Selain Syahminan, ada dua Kadis lagi yqng mendaftar untuk menjadi Balon, untuk Pilkada Dumai.

Putra seorang tokoh pemuda kepada awak media, di hari yang sama “Pengunduran seseorang  dari jabatannya itu biasa, jangan jadikan polemik apalagi menjadi pertikaian di masyarakat, tak elok. Kita ingin Dumai ini macam mano lebih baik kedepannyo, tak usah ribut apalagi nyinyir”. Terangnya.

Selanjutnya ia menambahkan “Jelang kontestasi Pilkada mendatang, sebagai warga Dumai bagaimana kita bisa mendapatkan pemimpin yang lebih baik, oleh karenanya setiap ujaran hendaknya menjadi alat pemersatu bukannya terkesan menjadi corong kepada pihak-pihak tertentu, apalagi jika sudah menjurus ke arah pembunuhan karakter, fitnah dan opini yang menyesatkan, dan lanjutnya ia juga berharap media dalam setiap pemberitaan agar dapat memberikan edukasi dan kritikan bersifat konstruktif”. ujarnya tanpa merinci dan menjelaskan kepada siapa pembicaraan di tujukan.***(RPC)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed