oleh

Wakili Dumai, Rabban Rajik Sabet Juara Harapan 2 Lomba Bercerita Tingkat Provinsi Riau

Riauperistiwa.com Dumai Dinas Kearsipan dan Ke Perpustakaan Provinsi Riau mengelar lomba Bercerita Tingkat Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau Tahun 2019. Lomba di ikuti oleh pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Madrasyah Ibtidaiyah (MI).

” Tujuan diadakan lomba bercerita salah satunya adalah  untuk menumbuh kembangkan budaya gemar membaca melalui berbagai bacaan,” sebagaimana di utarakan Suriyanto selaku Kepala Dinas Kearsipan dan Ke Perpustakaan Kota Dumai Senin, (29/07/2019) di ruang kerjanya.

Rabban Rajik murid Sekolah SDN 04 Medang Kampai yang duduk di kelas 5 ini adalah salah satu wakil Dumai yang ikut Lomba bercerita bagi Siswa SD/MI Negeri /Swasta Tingkat Provinsi Riau.

Salah satu guru pendamping Sakdiah Juni mengapresiasi perlombaan semacam ini karena sangat bermanfaat bagi anak didik. Lomba bercerita ini digelar di Kantor Dinas Kearsipan dan Ke Perpustakaan Provinsi Riau pada Rabu dan Kamis tanggal 24 / 25 Juli kemarin.

Dengan Judul cerita”Misteri Harta Karun Gua Pelintung” Rabban Rajik, berdasarkan penilaian dewan juri menyabet Juara Harapan Dua (2).

Sedangkan untuk Juara Satu (1) diraih oleh wakil Kabupaten Siak. Untuk Juara Dua (2) dipegang oleh Kabupaten Pasir Pangarayan, untuk Juara Tiga (3) Kabupaten Bengkalis, juara Harapan Satu (1) dan dua (2) di raih Kabupaten Pelelawan dan wakil Kota Pekan Baru.

Sebelum ke Tingkat Provinsi, Rabban Rajik sudah melewati tahapan yang di selenggarakan untuk Tingkat Kecamatan dan Rabban Rajik berhasil meraih Juara Satu (1) yang di taja oleh Dinas Kearsipan dan Ke Perpustakan Kota Dumai.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Kearsipan dan Ke Perpustakan Kota Dumai Suriyanto menyatakan, Kegunaan mendongeng untuk menumbuh kembangkan minat membaca anak.

Lanjut Suriyanto” Orang tua pada masa ini mendapatkan, bahwa lebih mudah untuk membiarkan anak tidur dengan sebelumnya menonton film kartun atau bermain gadget, karena mereka sendiri menjadi punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal lain. Padahal kegiatan mendongeng mempunyai sejumlah manfaat yang sangat baik untuk perkembangan anak -anak.” selanjutnya menjelaskan manfaat mendongeng bagi anak-anak, adalah sebagai berikut ini :

1. Dongeng Menghidupkan Imajinasi Anak.

Hampir semua anak sangat suka mendengarkan cerita, mereka terkadang hidup di dalam dunia hasil imajinasinya sendiri. Mereka senang mendengarkan cerita tentang tokoh favoritnya dan berusaha menghidupkan sang tokoh dalam imajinasinya. Melalui dongeng, anak belajar memberikan gambaran visual mengenai tokoh – tokoh dan latar belakang dari dongeng tersebut, dengan demikian, kemampuan berimajinasi pun akan semakin terasah.

2. Mengajarkan Nilai Kehidupan.

Dengan menceritakan kepada anak sebuah dongeng yang memiliki makna dan nilai-nilai positif. Anda juga dapat mengajarkan berbagai nilai dalam kehidupan kepada anak, seperti kejujuran, keberanian, kemandirian, kebaikan hati, belas kasih, empati, bijaksana dan lain sebagainya. Tidak hanya mengajarkan mengenai kebaikan, dongeng juga dapat menjadi cara untuk mengajarkan kepada anak mengenai beberapa sikap buruk yang tidak boleh ditiru. Bahkan, dongeng juga dapat menjadi cara mengajarkan anak tentang uang dan menjadi cara mengatasi anak yang suka mencuri dengan menyisipkan beberapa pelajaran moral dan etika di dalam cerita.

3. Menanamkan Akar Budaya Kepada Anak. Seringkali orang tua menceritakan dongeng yang berasal dari daerah asal mereka sendiri, karena cerita itulah yang paling dikenalnya. Selain itu, telah banyak cerita dongeng dari berbagai daerah yang kisahnya telah dibukukan. Melalui cerita tersebut, anak akan belajar bahwa ada kebudayaan yang berbeda dengan budaya keluarganya, dan juga mulai mengenal berbagai adat dan kebiasaan budaya lain melalui cerita dongeng yang ia dengar.

4. Meningkatkan Kemampuan Verbal Anak. Membacakan cerita kepada anak juga membuat mereka dapat mengenal bahasa dan mempelajari kata – kata serta frasa yang baru. Melalui dongeng, anak akan belajar bagaimana caranya mengucapkan suatu kata, mempelajari intonasi suara ketika ayah atau ibu sedang bercerita, dan dengan begitu dapat belajar caranya mengekspresikan sesuatu lewat kata-kata dan suara. Anak juga akan memiliki banyak kosa kata baru yang ia dapat dari mendengarkan dongeng tersebut.

5. Mengembangkan Kemampuan Mendengar.

Kebanyakan anak karena sifatnya yang aktif sukar untuk memusatkan perhatian dengan cara mendengarkan. Ketika sedang dibacakan cerita atau didongengkan, seorang anak akan belajar untuk fokus mendengarkan apa yang diucapkan oleh ayah atau ibunya. Anak akan belajar berkonsentrasi untuk menyerap apa yang dia dengar, memahaminya, dan mencerna cerita tersebut di dalam pikirannya.

6. Meningkatkan Kreativitas.

Mendengarkan suatu cerita membuat anak mudah membayangkan tokoh – tokohnya, lokasinya, alur cerita dan makna yang terkandung di dalam cerita tersebut. Hal ini akan membantu anak meningkatkan daya imajinasi serta kreativitasnya, dan mudah menerima berbagai hal baru sebagai seseorang yang berpikiran terbuka. Orang tua juga mendapatkan cara mengenali karakter anak dengan baik melalui interaksi yang terjalin.

7. Menajamkan Pikiran.

Dengan mendongeng, orang tua dapat menjadikannya sebagai sarana untuk memperkuat kapasitas pikiran si kecil. Anak akan belajar untuk mengenali berbagai tokoh dan alur cerita yang beragam serta membedakan berbagai kisah yang didengarnya. serta menarik makna positif dari dongeng yang diceritakan orang tua. Anak akan belajar menganalisis berbagai karakter yang berbeda dari mendengarkan dongeng tersebut, dengan demikian ia akan terbiasa melatih pikirannya untuk bersikap kritis.

8. Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak. Anak-anak tidak dapat mempelajari nilai moral dalam kehidupannya seorang diri. Anak akan belajar mengenai hal tersebut melalui berbagai kesempatan, salah satunya adalah melalui dongeng Di akhir perjumpaan Suriyanto berharap agar lebih banyak lagi anak – anak yang berminat untuk mengikuti lomba bercerita, dan semoga ke depannya gelar juara yang akan di sabet lebih baik lagi” Kita ingin minat baca anak – anak lebih di tingkatkan dan kita menyediakan buku untuk itu, dan guru – guru dapat mengarahkan anak didiknya ke perpustakaan.” ujarnya.***

Sumber : Suriyanto, Kepala Dinas Kearsipan dan Ke Perpustakaan Kota Dumai.

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed