oleh

Virus Corona Membuat Banyak Orang Merana Terutama Rakyat Jelata, Segeralah Engkau Sirna

Dumai (Riauperistiwa.com) – Dampak Sosial Distancing atau menjaga jarak yang diserukan Pemerintah Pusat, dan ditindaklanjuti Pemerintah Daerah, tidak terkecuali Kota Dumai, dalam rangka menekan penyebaran virus corona atau covid-19 berdampak pada sektor ekonomi. Kebijakan yang memberikan implikasi dua sisi berbeda, terlihat telah memberi dampak terhadap masyarakat kelas bawah yang mencari nafkah secara harian dan serabutan, mereka terlihat telah mulai mengeluh akibat sulitnya menjalankan aktifitas harian.

Dalam pantauan awak media, terutama pedagang makanan atau jajanan anak-anak (asongan), yang selama ini mangkal di sekolah-sekolah, berharap dari uang saku murid untuk membeli dagangan mereka sementara waktu gigit jari. Karena pemerintah telah mengambil kebijakan meliburkan sekolah dan meniadakan proses belajar dan mengajar, akibatnya mereka terpaksa berkeliling menjajakan dagangannya dari satu tempat ke tempat lainnya, selain pedagang asongan, berimbas juga terhadap pengayuh becak, tukang ojek dan pedagang lain serta banyak sektor lainnya.

Satu sisi himbauan untuk sosial distancing, salah satu langkah efektip dalam meredam perkembangan virus corona yang begitu cepat dan sangat mengkhawatirkan, namun disisi lain berdampak kurang elok pada perekonomian rakyat kecil. Masyarakat sangat berharap pemerintah membuat kebijakan atau stimulus untuk membantu memberikan solusi dan jalan keluar umtuk mengatasi keterpurukan ekonomi keluarga yang mereka hadapi sekarang.

Sebagaimana ungkapan salah satu pedagang jajanan anak di sekolahan, pria paruh baya akrab disapa Pakde kepada media ini menyampaikan keluh-kesahnya Senin,(30/03/2020) mengatakan “Semenjak sekolahan libur, saya binggung mau dagang dimana karena anak-anak nggak ada yang jajan, dibawa berkeliling terkadang dapat capek saja, yang belipun satu-satu. Nggak dagang kita mau makan apa, karena selama ini keuntungan hanya cukup makan, sedih Mas dagang terus nggak laku kita rugi, nggak dagang mau makan apa, kita ini orang kecil”.ujarnya dengan raut sedih.

Selanjutnya ia berharap agar pemerintah mengambil langkah kongkret terkait persoalan ekonomi yang dihadapinya “Saya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kami rakyat kecil ini, kami siap patuhi semua saran pemerintah, tapi kami juga butuh makan tolonglah kami Pak, kalau begini terus kami bisa mati, bukan karena virus corona tetapi mati karena kelaparan”. bebernya memelas.

Rencananya awak media ingin wawancarai lagi beberapa pedagang jajanan anak sekolah yang masih terlihat, namun urung dilakukan karena penulis berkesimpulan jawabannya tidak jauh berbeda satu sama lain. Karena persoalan yang mereka hadapi adalah sama yaitu terkait masalah ekonomi, satu-satunya harapan adalah agar musibah yang menimpa disebabkan virus corona cepat berakhir. Dan pemerintah mendengar yang menjadi keluhan Pakde, yang mewakili suara rakyat kecil dengan senandung yang sama, semoga musibah ini cepat berlalu dan keadaan pulih seperti sediakala.***(Zainal Arifin/Didin Marican)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed