oleh

Tokoh Masyarakat Diminta “Desak Aparat dan Dinas Terkait Periksa Izin Golden Ezone,,”

Riauperistiwa.com Dumai Operasi game judi atau yang sering disebut dengan Gelper (Gelanggang Permainan) sudah tak lazim lagi di Kota Dumai. Khususnya Golden Ezone, yang baru hadir, didesain dengan penampilan mewah meniru gaya ruangan perjudian kelas tinggi di Kota Batam.

Pantauan lapangan Kamis (03/10/2019), Gelper yang baru akan di buka ini, dengan nama Golden Ezone diduga bermain hukum karena telah terrsebarnya berita-berita di media yang ada di Kota Dumai. Sampai saat ini pemilik Gelper tersebut seperti tutup mata dan telinga dan tidak ambil pusing dengan berita yang beredar.

Informasi yang kita terima dari salah seorang narasumber (BD) menyatakan “Bahwa tempat judi Golden Ezone ini diduga di backup oleh oknum aparat, yang aktif juga di beberapa Gelper lainya yang sudah beroperasi di kota Dumai. Bagaimana Hukum berdiri, kalau diduga masih ada penegak hukumnya sediri yang bermain,” ungkap narasumber.

Ditambahkan Narasumber (BD) “Yang saya dengar dari teman-teman di lapangan, diduga izin Gelper ini bukan izin yang berada di wilayah Dumai bagian Kota. Melainkan izin yang dahulunya sudah buka di daerah tepian Dumai tepatnya di wilayah Kecamatan Bukit Kapur, Gelper ini sepertinya hanya menukar nama dari Tarzan Ezone beralih menjadi Golden Ezone,” ungkapnya.

Jika benar apa yang katakan, narasumber, pemilik atau pengelola telah melanggar aturan, karea izin harus sesuai nam dan lokasi berdasaerkan permohonan. Dan lagi Dinas terkait pernah mengeluarkan moratorium, yakni penghentian izin usaha Gelper, agak aneh rasanya jika ada izin baru di terbitkan, atau benar ujar sumber izinnya tidak sesuai.

Agar persoalan ini terang benderang masyarakat berharap agar tokoh-tokoh Adat, Agama, Pemuda dan lainnya yang ada di Kota Dumai, mendesak aparat penegak hukum, Satprol PP dan pembuat lzin Operasional, Dinas BPMPTSP Dumai untuk dapat turun ke lokasi Golden Ezone guna memeriksa izin tempat usaha perjudian tersebut, jika memang melanggar aturan harus di tutup, jangan sampai hukum di kangkangi,” ujarnya berharap.(RPC)

Penulis : Arnawadi

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed