oleh

Terima Ancaman, Sebaiknya Ramzi Lapor Polisi Dan Terkait “Bobroknya” Kinerja NA Dalam Memimpin BUMD Walikota Diminta Segera Ambil Sikap

Dumai (Riauperistiwa.com) – Ramzi humas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Dumai Berseri (BSJ) mengaku diancam atasannya NA untuk dihabisi. Ancaman tersebut disampaikan melalui seseorang dengan inisial SM, instruksinya SM boleh melakukan apa saja terhadap Ramzi. Kabar cukup menghebohkan itu didapat langsung dari Ramzi Minggu malam, (07/03/2021) melalui pesan WhatsAap sekaligus kronologis kejadian diungkapkannya.

Berikut pengakuan disampaikan Ramzi. Berawal dari informasi yang di dapat Humas BUMD PT. PDB tersebut dari SM Selasa pagi (02/03/2021) sekitar pukul 07.00 WIB di areal operasional kerja Terminal Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan (BSJ). Yang mana SM mengatakan bahwa dirinya di suruh oleh NA Direktur BUMD PT. PDB untuk melakukan apa saja kepada Ramzi.

Merasa kaget dengan apa yang di katakan oleh SM maka pada pukul 07:13 WIB Ramzi melakukan foto bersama dan langsung mengirimkan foto tersebut kepada NA melalui chatt WhatsApp. Kemudian Ramzi mengajak SM duduk di kantin yang berada di areal Terminal Pelabuhan Domestik BSJ untuk mengetahui lebih jauh apa saja yang di sampaikan NA kepada SM.

Pada pukul 10:51 WIB setelah Ramzi mendengar semua kata yang di sampaikan SM maka Ramzi mencoba menghubungi NA melalui WhatsAap untuk meminta penjelasan apakah benar NA akan mengatakan hal demikian kepada SM untuk melakukan apa saja terhadapnya.

Dengan durasi panggilan 0:33 detik menurut Ramzi panggilan teleponnya dijawab NA di mana kata Ramzi bahwa dia ingin bicara empat mata dengan direktur. Lalu di jawab NA bahwa dirinya ada pelatihan zoom dan langsung di matikan Handphonenya. Ramzi kembali coba menghubungi NA pada pukul 10:52 WlB namun tidak di angkat.

Kemudian Ramzi langsung menuju perkantoran BUMD PT PDB yang terletak di Jl Soekarno-Hatta Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur. Pada pukul 11:05 WlB Ramzi sudah berada di lantai dasar Kantor BUMD PT. PDB dan menanyakan pada staff kantor di mana posisi NA karena Ramzi ingin bicara dengan NA. Setelah di terangkan oleh staff dan kabid dimana posisi lantas menyatakan bahwa NA ada diatas sedang pelatihan zoom dan jika ada pesan maka dapat di sampaikan kepadanya.

Ramzi humas BUMD PT. PDB yang juga pemilik media online serta memiliki banyak rekan-rekan wartawan ini kemudian menghubungi rekan-rekannya agar permasalahan ini dapat di dengar atau di ketahui wartawan untuk di klarifikasi penjelasannya.

Kemudian staff menjelaskan kepada Ramzi bahwa NA tidak berada di lantai II dan kalau ada yang mau disampaikan lewat pesan saja nanti akan di sampaikan kembali kepada NA. Kemudian Ramzi menyebut bahwa dirinya ingin bertemu NA karena minta penjelasan dan kejelasan apakah benar NA berpesan kepada seseorang untuk menemuinya dan melakukan apa saja kepadanya.

Kemudian Ramzi juga berpesan permasalahan gajinya dan karyawan lainnya yang belum di keluarkan gajinya sementara beberapa kaaryawan/i lain sudah ada yang di keluarkan gajinya. Ramzi bermadsud agar persoalan gaji ini nanti dapat di sampaikan langsung kepada wartawan yang ingin kejelasan mengapa ada karyawan yang gajinya dibayar dan ada yang belum.

Ramzi kembali mencoba menghubungi NA pada pukul 11:35 WIB dan pukul 11:36 WIB untuk memastikan lagi bahwa dirinya dapat berbicara meskipun lewat Handphone. Namun karena tidak di jawab maka kemudian Ramzi dan para wartawan yang berdatangan karena tidak mendapati ada NA di kantor maka berpisah dan sebagaian menuju rumah kediaman SM untuk memastikan lagi beramai-ramai apakah benar SM di pesan oleh NA untuk mencari Ramzi dan melakukan apa saja terhadap Ramzi.

Pada sekira pukul 11:45 WlB Ramzi dan 6 orang rekan wartawan berhasil menemui SM dan didepan para wartawan SM kembali mengatakan apa yang telah di sampaikannya kepada Ramzi. Bahkan SM menunjukkan Hp nya sempat di hubungi NA serta waktu mereka melakukan percakapan tersebut.

Kemudian dengan jelas SM menghubungi NA di depan Ramzi dan rekan-rekan Pers dan kembali mengatakan bahwa apa yang NA suruh kepadanya adalah pekerjaan yang haram dilakukan. Apalagi menurut SM bahwa NA terlalu banyak berjanji dan sering berbohong, apa yang di katakan SM dalam percakapannya dengan NA langsung di dengar oleh Ramzi dan para wartawan.

Dalam percakapan SM dengan NA ada bahasa yang keluar dari mulut NA dengan mengatakan sudah di transfer. Bahkan beberapa kali terdengar NA menyebut sudah di transfer atau mau di transfer atau tidak. NA juga mengatakan diawal ucapannya bahwa ingin bertemu dengan SM, juga NA mengatakan tidak punya uang.

Karena SM trelanjur kesal sudah selalu di bohongi maka SM langsung mematikan Handphonenya. Pada kesempatan tersebut ada juga nomor panggilan dari orang dekat NA yang mana awalnya mengatakan salah tekan nomor, kemudian orang dekat NA tersebut mengatakan ingin menemui SM.

Menurut Ramzi untuk penyelesaian masalah yang di hadapinya maka dia akan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Karena itu merupakan ancaman kepadanya dan merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap dirinya. Ramzi juga menyebutkan bahwa NA selaku direktur dalam dua pekan terakhir diduga seperti sengaja mencari kesalahannya dengan memberikan surat peringatan (SP) I.

Kemudian Ramzi juga menduga ada manipulasi dan penciptaan management konflik terhadap dirinya dan beberapa karyawan/i BUMD PT. BSJ. Karena direktur membuat pengumuman Kamis tanggal 25 Februari 2021 bahwa gaji karyawan belum dapat di bayar karena masih ada tagihan mitra kerja yang belum dibayar. Anehnya pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 alih-alih direktur memberikan gaji kepada beberapa karyawan/i sementara beberapa karyawan/i lainnya sampai saat ini belum dibayar gajinya.

Ramzi berharap persoalan ini dapat di selesaikan sesuai proses dan ketentuan hukum yang berlaku, sebagai putra daerah Dumai dirinya pun tidak mau NA sebagai pendatang baru di Kota Dumai diduga mengadu domba putra setempat dengan pesan tertentu. Terkait hal tersebut, rekan-rekan media merasa prihatin, kepada penulis Senin (08/03/2021) mengatakan.

“Berharap persoalan ini harus segera dituntaskan. Jika apa yang diceritakan Ramzi benar terjadi maka mereka mendorong selayaknya Ramzi segera melapor ke Polisi, karena ada ancaman dan hal tersebut tidak bisa dibiarkan. Akan jadi preseden buruk dikemudian hari kalau persoalan ini tidak di proses hukum, dan lagi selama ini apa sih prestasi ditoreh NA sejak menjabat Direktur PT PDB coba jelaskan yang ada hanya berita-berita miring “. ujar rekan-rekan media serempak.

Lanjut mereka “Sebaiknya Walikota terpilih Paisal turun tangan secepatnya untuk membenahi “bobroknya” manajemen PT PDB, jika perlu sementara waktu bekukan saja, toh PAD yang disumbang tidak sesuai harapan dan ekspektasi. Selama ini kesan yang timbul BUMD PT PDB diduga hanya ajang “Bancakan” dan rektuitmen karyawan diduga tidak prosedural kebanyakan titipan dari orang-orang tertentu dalam lingkar kekuasaan terdahulu”.

“Sekarang keputusan ada ditangan Walikota, apakah membiarkan carut-marut BUMD PT PDB tetap berlangsung atau mengambil keputusan dengan cepat, tegas dan lugas untuk membenahi BUMD PT PDB, pilihan dan keputusan hanya ada ditangan Walikota Dumai Paisal SKM. MARS terserahlah, apa tindakan kiya hanya menyarankan”. ungkap Zainal Arifin salah satu pemilik media.***(RPC)



Pewarta : lwan Nst/Didin Marican
Editor : lwan Nst

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed