oleh

Tak Ada Alasan Bagi Zulkifli AS Sebagai Walikota Dumai, Untuk Menafikan Tuntutan Dari Massa GMPM-KD

Dumaiperistiwa.com Dumai Gerakan Masyarakat Pejuang Marwah Kota Dumai (GMPM-KD) gabungan dari beberapa unsur organisassi seperti KNPI, KMBD, PEKAT-IB, Asosiasi Port Dumai, dan beberapa tokoh pemuda serta tokoh masyarakat. Adakan aksi demo, Rabu (02/10/2019) di Kantor Dinas PUPR Kota Dumai. Adapun tujuan dari aksi demo tersebut untuk mencopot Kadis PUPR Dumai, Muhammad Syahminan dari jabatannya.

Penyampaian Orasi di halaman Kantor Dinas PUPR Dumai
Penyampaian Orasi di halaman Kantor Dinas PUPR Dumai

Aksi massa damai tersebut di ikuti lebih kurang 200 orang, terpantau dilapangan orasi di mulai oleh koordinator Zainal
Arifin, seterusnya disambut oleh Kurnia. Penyampaian orasi lebih kurang selama 2 (dua) jam. Aksi berjalan kondusif dan persuasif, koordinator kerap mengingatkan peserta agar tidak terprovokasi, dan selama aksi di Dinas PUPR, Syahminan selaku pihak didemo tidak terlihat batang hidungnya.

Karena Syahminan yang dituju tidak ada, maka aksi tidak berlangsung lama, koordinator memberi aba-aba untuk bergerak ke kediaman Walikota Dumai. Berketepatan ketika rombongan GMPM-KD tiba, Walikota, baru saja selesai mengikuti acara pelantikan KONI Dumai, saat beliau menuju ke kediaman, tepatnya di depan pos jaga rumah dinas.

Disambut rombongan GMPM-KD saat itulah perwakilan massa menyerahkan Pernyataan Sikap, yang terdiri dari beberapa point, sebagaimana di bawah ini:

1. Meminta kepada Walikota Dumai untuk mencopot atau memberhentikan DR. Eng. Mohamad Syahminan dari kepala Dinas PUPR Kota Dumai karena gagal mengatasi banjir.

2. Meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota untuk memberhentikan DR. Eng. Mohamad Syahminan dari Kepala Dinas PUPR Kota Dumai karena dinilai gagal dalam percepatan Air Bersih untuk masyarakat Kota Dumai.

3. Meminta kepada Walikota Dumai untuk mencopot atau memberhentikan DR. Eng. Mohamad Syahminan dari kepala Dinas PUPR Kota Dumai karena dinilai gagal dalam pemerataan pembangunan Kota Dumai.

4. Meminta kepada Walikota Dumai untuk mencopot atau memberhentikan DR. Eng. Mohamad Syahminan dari kepala Dinas PUPR Kota Dumai karena jarang berada di Kota Dumai.

5. Kami Gerakan Masyarakat Pejuang Marwah Kota Dumai, memberi waktu kepada Walikota/Wakil Walikota Dumai selama satu minggu atau 7×24 jam untuk memutuskan keputusan tersebut. Apabila tidak di indahkan maka kami akan turun aksi lagi dengan lebih banyak massa.

Sesaat penyerahan Peryataan Sikap, oleh koordinator ada hal menarik, sembari bersalaman terlontar dari orang nomor satu itu kalimat berbunyi “Sayo dengan miko samo sajo,” Secara eksplisit kalimat itu memberi makna, bahwasannya Zulkifli AS memberi sinyal mendukung apa keinginan massa GMPM-KD. Dan kalimat tersebut disambut oleh koordinator Zainal Arifin “Terima kasih, berarti Bapak mendukung dan menyetujui apa yang telah kami lakukan ini, dan sebagai saksi ada kawan-kawan dan pihak kepolisian mendengarnya,”

Lain kesempatan, koordinator berharap “Walikota menyikapi dengan bijak apa yang menjadi tuntutan, dan tidak ada satu alasanpun untuk tidak mengakomodir keinginan itu, yaitu mencopot Kadis PUPR dari jabatannya, semoga apa yang menjadi keinginan kawan-kawan dapatlah hendaknya terpenuhi oleh Pak Walikota,” ungkap koordinator, mewakili rekan-rekannya.

Setelah serahkan Pernyataan Sikap ke Walikota, massa GMPM-KD bergerak ke rumah Dinas Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, berketepatan sang Wakilpun ada. Eko menerima rombongan massa, setelah membuka mukadimah, Pernyataan Sikap kembali di berikan kepada orang nomor dua di Dumai itu, sebagaimana telah di lakukan kepada Zulkjfli AS.

Dalam sambutannya Eko mengucapkan terima kasih, atas apa yang telah di sampaikan dan berjanji untuk melakukan penilaian atas kinerja Syahminan, akan tetapi tentunya dengan objektifitas dan penilaian yang realitas dan akan berkoordinasi dengan Bapak Walikota, semoga di dapat satu keputusan yang baik, kita ingin Dumai ni kondusif, kalau tak kita yang jaga siapa lagi,” ungkap Eko di hadapan massa GMPM-KD dan aparat Kepolisian.*

Penulis : Redaksi RPC

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed