oleh

“Sumpah Anak Dumai” Komitmen Membangun Negeri

Dumai (Riauperistiwa.com) – Debat Kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Kota Dumai 2020 Jum’at malam kemarin (12/11/2020) di Hotel The Zuri meninggalkan kisah yang sukar terlupakan bagi pendukung Paslon Nomor Urut 02. Dimana saat penghujung acara Debat, Syarifah menyampaikan ikrar dan sumpah setianya jika ia terpilih bersama Eko Suharjo pada Pilkada mendatang.

Bagi pendukungnya momentum ketika Syarifah lontarkan kata-kata tersebut, sebuah sejarah telah tertoreh. Malahan di antara mereka terlihat ada meneteskan air mata, tentunya air mata keharuan. Bagi mereka itulah bukti ketulusan Syarifah calonkan diri menjadi Wakil Walikota Dumai berpasangan dengan Eko Suharjo sebagai Calon Walikotanya.

Ungkapan pendukung yang membuat mereka haru serta terenyuh tatkala mendengar sumpah Syarifah ucapkan, seperti di utarakan Agus Senin (16/11/202) “Saya terharu dan merinding ketika Syarifah sampaikan sumpahnya saat Debat kemarin karena sumpah itu bukan main-main Bang kalau dia langgar maka dia bisa kualat dan dari situ saya menilai Syarifah komitmen terhadap yang diucapkan”. ujar Agus warga Jaya Mukti.

Kilas kembali ikrar Syarifah, berikut untaian kalimatnya “Sebagai anak Watan Kota Dumai kami tahu betul apa yang akan kami buat untuk tumpah darah kelahiran kami. Kami tahu betul apa yang diinginkan Masyarakat Kota Dumai ini, bila memang diberikan Amanah demi Allah kami Eko-Syarifah bersumpah tidak akan berkhianat pada Tanah Kelahiran kami dan tidak akan khianat pada seluruh warga Kota Dumai”. itulah penggalan kata yang membuat pengikut dan simpatisan Eko-Syarifah merinding dan terharu.

Mungkin banyak yang tidak mengetahui arti Watan dalam sumpah Syarifah itu, jika merujuk kepada Kamus Besar Bahasa lndonesia (KBBI) artinya “Tanah Air atau Tumpah Darah” dan dalam Kamus Bahasa Melayu dimaknai “Anak Negeri atau Bukan Orang Asing”. Sebuah kata sememangnya pantas dan boleh dia ucapkan, karena itu tadi Eko-Syarifah satu-satunya pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang terlahir dan besar di Dumai, maka sepantasnya mereka berkeinginan menjadi pemimpin Dumai ke depan. tidak mengandalkan Aji Mumpung atau kebetulan semata.***(RPC)


Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Didin Marican

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed