oleh

Sulap Hutan Mangrove Menjadi Perkebunan Sawit, PT. MMJ di Duga Kangkangi Aturan

Riauperistiwa.com Rupat Bukan menjadi rahasia lagi perusahaan bergerak disektor perkebunan banyak kangkangi aturan. Dan aturan yang dilanggar itu tidak main-main, yaitu berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) dan Undang-Undang (UU). Sebagai contoh, UU No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, dengan tegas menyatakan bagi perusak hutan lindung, diberikan sanksi 10 tahun penjara dan denda Rp 5 milyar.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Hutan Konservasi, bagi perusak dan pengelola lahan tanpa izin diwilayah konservasi, dapat dikenakan pidana penjara 10 tahun dengan denda Rp 100 juta, dan berlaku bagi siapa yang melakukan perusakan, tentunya UU tersebut harus diterapkan sama terhadap semua pihak.

Sebuah fakta yang terjadi di wilayah Pulau Rupat, ketika tim awak media turun kelokasi, di Kec. Rupat Selatan/Utara, Kab. Bengkalis, Prov. Riau, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Marita Makmur Jaya (PT MMJ) diduga melakukan perusakan hutan kayu mangrove secara besar-besaran untuk mengalih fungsikan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit hingga kebibir pantai.

Tidak itu saja, ternyata pihak perusahaan diduga tidak mau memberikan hak masyarakat setempat sesuai dengan apa yang telah diterapkan oleh peraturan pemerintah. Hal tersebut mungkin dapat dijadikan evaluasi bahwa regulasi tersebut hanya mitos belaka.” Pemilik perkebunan yang diduga dengan luas kurang lebih   25.000 hektar telah abaikan peraturan tersebut.”ujar warga setempat yang tidak ingin disebut namanya.

Tentu timbul sebuah pendapat atau opini ditengah-tengah masyarakat, bahwa regulasi tersebut hanyalah sebagai sarana pembenaran, kuat dugaan antara pengusaha perkebunan dengan instansi yang terkait, telah terjadi kongkalikong.

Mereka bebas melakukan Kolusi dengan mengabaikan kepentingan masyarakat setempat. Wajar saja apabila masyarakat disebagian lingkungan perusahaan perkebunan hingga hari ini masih didera dengan kemiskinan.” ucap Haris  Pengurus Lembaga Nusantara Corruption Wacth (NCW) Kota Dumai kepada awak media beberapa waktu lalu.

Penulis :  Arnawadi

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed