oleh

Sepakat Tolak Akui Syahruddin Husin Sebagai Ketua DPH Serta Segel Pagar LAMR Kota Dumai

Riauperistiwa.com Dumai -Beberapa elemen Masyarakat tempatan yang menamakan dirinya “Masyarakat Adat Melayu Kota Dumai Tergabung” Kamis sore (02/01/2020) tepatnya pukul 16.40 WlB, mendatangi Sekretariat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai. Adapun tujuan kedatangan mereka untuk menyampaikan pernyataan sikap atas ketidakpercayaan terhadap Datuk Seri Syahruddin Husin selaku Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Kota Dumai.

Yudi salah satu yang di laporkan polisi berdiri disamping pagar LAMR yang digembok.
Yudi salah satu yang di laporkan polisi berdiri disamping pagar LAMR yang digembok.

Mereka beranggapan Datuk Seri Syahruddin Husin tidak pantas dan layak lagi untuk menduduki jabatan tersebut, karena telah melakukan tindakan politik praktis. Seperti diketahui Datuk Seri Syahruddin Husin ikut menjadi salah satu Bakal Calon (Balon) Walikota atau Wakil pada Pilkada Dumai mendatang. Keikutsertaan ditandai dengan mendaftar kebeberapa Partai Politik (Parpol) dan adanya Baleho yang terpacak di beberapa ruas Jalan di Kota Dumai.

Masyarakat Adat Melayu Kota Dumai Tergabung berpendapat “Siapapun punya hak untuk ikut Pilkada namun tentunya harus mundur dulu dari jabatannya yang ada sekarang. Tidak terkecuali Datuk Seri Syahruddin Husin sebagai Ketua DPH LAMR, beliau harus melepaskan jabatan itu. Apa jadinya jika tidak ada Parpol yang melirik, jangankan untuk menjadi Walikota sebagai Calon saja jika gagal, marwah semua orang Melayu yang ada di Dumai sebagai pertaruhan, dan akan hancur lebur tidak bermartabat.” ungkap H. Awaluddin Gedang membuka pembicaraan pada petang hari tersebut.

Selanjutnya pria yang akrab disapa Panglimo Gedang tersebut mengatakan “Selain keresahan masyarakat terkait pencalonan ada juga beberapa kejadian yang membuat orang Melayu merasa malu, seperti adanya pemasangan papan plang oleh BMMR dengan logo LAMR di Citi Mall, hanya untuk sebuah lapak parkir dan masih ada lagi tindakan yang tidak patut untuk diungkap ke publik, ibarat menepuk air didulang terpercik ke muka sendiri.” ujarnya.

Senada, Datuk Bandar Bakau “Saya selaku pengamat Budaya yang mengelola Bandar Bakau, banyak dipertanyakan beberapa pihak kenapa selama ini kurangnya diberdayakan potensi Masyarakat Melayu yang ada, malahan membuat sesuatu yang sipatnya dadakan. Apalagi sekarang ini ada satu aib besar yang menghadang, yaitu terkait pencalonan Datuk Seri Syahruddin Husin sebagai Balon pada Pilkada mendatang dengan masih menyandang status Ketua DPH LAMR Kota Dumai. Sehingga terjadi perpecahan berdampak luas, yang merisaukan hati perut saya sebagai orang Melayu, pertama saya meyakini kerisauan ini hanya saya saja yang merasakan ternyata banyak pihak berpendapat sama, ini akibat kurang berpungsinya Majelis Kerapatan Adat (MKA). Sehingga ada kesewenangan yang terjadi, dan yang tak kalah pentingnya persoalan dimedia sosial berupa kritik dilaporkan ke Polisi. lnikan sangat keterlaluan, yang dia laporkan itu tidak lain dan tidak bukan pangkat anak kemanakan dan warganya sendiri, dan seharusnya ada Polisi adat pada kepengurusan LAMR kenapa persoalan ini tidak diselesaikan di internal LAMR saja.” ungkap pria bernama asli Darwis Muhammad Saleh tersebut.

Seterusnya satu persatu para Tokoh berbicara seperti, Salman, Zulkifli Ahad, Abdul Kadir atau Robbi, H Khaidir, Atan Rizal, Din Sepak, Leman dan Edi Zulfan, menyampaikan rasa prihatin atas apa yang terjadi. Namun intinya semua Tokoh diatas sepakat “Datuk Seri Syahruddin Husin harus mundur dari jabatan sebagai Ketua DPH LAMR Kota Dumai. Dan mulai detik itu juga tidak ingin memanggil dengan sebutan Datuk Seri dan Lembaga sakral ini jangan dikomersilkan, ibarat pepatah Raja alim raja disembah, raja zalim raja disanggah.”

Akhir pembahasan semua yang hadir sepakat untuk menjegel atau mengunci pagar Sekretariat LAMR dan meng’ultimatum paling lama 3X24 jam harus ada jawaban dari apa yang menjadi tuntutan mereka. Sebelumnya lsmail Abdul Azis membacakan tuntutan, berupa pernyataan sikap, dan apabila tidak terealisasi apa yang menjadi keinginan maka akan diadakan sidang adat dengan melibatkan semua pihak yang berkompeten. Satu-satunya Pengurus LAMR yang hadir Rifai Hasbi tidak banyak berbicara, dan akan menyampaikan apa yang menjadi keinginan kepada Pengurus MKA, malahan ketika diutarakan untuk menyegel Gedung LAMR ia hanya berkata “Jika semua yang hadir dan mayoritas berkeinginan seperti itu, saya tentunya harus ikut.” ujarnya sedikit pasrah.(RPC)

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed