oleh

Selang Seminggu Pasca Pengeledahan KPK Sematkan Status Tersangka Untuk Zulkifli AS

Riauperistiwa.com Dumai -Tak butuh waktu lama buat KPK untuk menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Selain itu pria yang akrab disapa Zul AS tersebut juga disangkakan menerima gratifikasi.

Tentunya penetapan Zul AS sebagai tersangka oleh KPK membuat kaget sebahagian masyarakat Dumai,  karena berita pengeledahan masih santer dan ramai dibicarakan oleh masyarakat, apalagi tidak ada yang memprediksi status tersangka begitu cepat disematkan kepada Zulkifli AS, karena hanya selang seminggu pasca pengeledahan oleh penyidik KPK.

Kepastian status tersangka Zul AS disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan Jumat (03/05/2019) dengan didampingi Kabiro Humas Febri Diansyah.

Wali Kota Dumai tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada 2 perkara, pertama yaitu diduga memberikan suap Rp 550 juta ke Yaya Purnomo untuk pengurusan DAK APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018. Sedangkan perkara kedua yaitu gratifikasi, Zul AS diduga menerima gratifikasi Rp 50 juta serta fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Untuk perkara pertama, Wali Kota Dumai tersebut dikenakan Pasal 5 ayat 1 hurup a atau b Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana  Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan untuk perkara kedua, Zulkifli AS dijerat dengan Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terkait pemberitaan penetapan tersangka Zul AS oleh KPK, Riauperistiwa.com menghubungi Ir.M.Hasbi untuk dimintai pendapatnya, Sabtu (04/05/2019) di kedai kopi Elite tempat biasanya ia nongkrong.

“Pertama-tama Bung Hasbi sangat respek serta meng’apresiasi cara kerja dari KPK yang begitu cepat,  dan selanjutnya berharap agar KPK juga menyelidiki pejabat-pejabat lain diduga ikut terlibat dalam kasus yang sama.”

Seterusnya ia menambahkan ”  Karena sudah bukan rahasia lagi, diduga ada pejabat lain terlibat selain Wali Kota yang berperan sebagai pencari dan pengumpul dana,  rencananya kelak untuk diserahkan ke Yaya Purnomo.”

“Ia juga berharap pejabat diduga terlibat yang katanya mempunyai kedudukan setingkat Kepala Dinas itu harus mendapatkan perlakuan hukum yang sama seperti Wali Kota Dumai.”

Ketua YLBHN Kota Dumai itu menambahkan” Kita sebagai warga Dumai tidak benci dengan Wali Kota atau pejabat terlibat Korupsi, tapi yang kita tidak suka adalah perbuatan yang ia lakukan. Bagaimanapun hukum harus ditegakkan siapa berbuat berani bertanggung jawab, dan sebagai warga yang baik kita harus berani mengkritik dan memperingatkan. Meskipun untuk itu kita akan dimusuhi oleh orang ramai. Karana banyak pihak yang berkepentingan dan merasa paling dekat dengan pejabat bersangkutan serta siap menjadi pahlawan, meskipun dengan tanda kutip.” Ungkapnya sembari menutup pembicaraan.**(RPC)

Penulis : Zain, Ar

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed