oleh

Rembuk Rakyat dan Deklarasi, Ternyata “Mencelikkan” Biji Mata Bahwa Dumai Memegang Peranan Penting

Dumai (Riauperistiwa.com) – Seberapa pentingnya kota Dumai bagian dari industri Minyak Bumi diserantau Riau ini, khususnya untuk Block Rokan. Semestinya jawaban pasti adalah teramat penting, jika memang begitu tentu Dumai layak mendapat sebuah apresiasi yang pantas. Namun berkaca pada kondisi terjadi, hanya kemirisan kata yang padan untuk diucapkan, kenapa tidak. Dumai tidak termasuk kedalam Negeri yang memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sebagaimana diperolehi jiran-jirannya.

Apa karena Dumai bukan sebagai Negeri penghasil Migas seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak Kampar atau Rohul. Kalau itulah alibinya sangat tak pantas, Dumai adalah bagian terintegrasi dan tidak bisa dilepaskan dari industri Migas di Bumi Melayu ini. Tak terbilang waktu, kota Dumai seperti anak ditirikan, nah ketika pengelolaan dari pihak Asing dikembalikan kepada anak Negeri, perlakuan sama nyaris nak diberikan.

Untunglah, sebelum terulang, beberapa orang yang peduli sangat, “tecelik biji matonyo” dan mengambil satu sikap bahwa hal ini harus dicegah. Bertempat di Pendopo Sri Bunga Tanjung, sebelah petang Senin (21/02/2020) diadakan sebuah Rembuk Rakyat dan Deklarasi Masyarakat kota Dumai. Dengan tajuk “Rapatkan barisan perjuangan hak-hak rakyat Dumai atas alih kelola Block Rokan”

“Selain tidak diberikan DBH Migas, dan dalam situasi alih kelola yang akan terjadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak mengakomodir BUMD kota Dumai untuk ikut mengelola Dana Participasing lnterest (Pl) 10% seperti tertuang dalam Kepmen ESDM No 37 tahun 2016, bahkan Pemrov Riau tidak pernah membicarakan Eksistensi kota Dumai di Tingkat Nasional sebagai Daerah penting dan terintegrasi dari industri Migas khususnya Block Rokan”.

“Perjuangan LAMR Riau mengiring Badan Usaha Milik Adat (BUMA) yang melahirkan PT. Negeri Melayu Bertuah dan PT. Negeri Melayu Bermarwah dengan mengandeng investor semakin melahirkan Fatamorgana, ketidakjelasan hak-hak kota Dumai mendapat apa. Sepertinya hari ini dalam kepentingan Block Rokan kota Dumai “Sudah Dihilangkan” dari peta Riau dan bahkan lndonesia” ungkap Agus Budianto selaku pembicara pertama, serta sosok yang menginisiasi pertemuan.

Selanjutnya pria yang akrab disapa Budi tersebut mengatakan “Beberapa dekade belakangan ini sejumlah Hulu dan Hilir Migas yang membentang di sepanjang Wilayah kota Dumai masyarakatnya mendapat apa dan apa yang bisa dinikmati dengan adanya Pipa Minyak dan Tangki Refeneri berjejer sepanjang Jalan hingga ke Areal Kilang Minyak Puteri Tujuh Dumai dan selanjutnya dikapalkan ke berbagai Daerah, bahkan ke Luar Negeri”.

“Kami masyarakat Dumai hanya sebatas menghirup racun yang dihasilkan sejumlah corong Refeneri milik BUMN Pertamina, dan sudah sepatutnya Masyarakat Dumai menuntut hak atas kelola Block Rokan, dan Dumai jangan dianggap kota tidak bertuan. Kita lihat pipa ukuran besar berserak, tapi apa kontribusinya bagi masyarakat, belum lagi dampak yang ditimbulkan. Karena itu ini saatnya semua masyarakat Dumai harus tahu, bahwa keberadaan kita sangat penting sekali dan selayaknya kita mendapat kontribusi sepadan dengan yang lain”. tegasnya.

Sementara itu, Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) melalui Ketuanya Ahmad Maritulius, SE mengatakan “Kita harus cepat bersikap dan bergandeng tangan untuk menuntut hak kelola Block Rokan, bukan sebatas menjadi penonton. Sekarang kita buktikan bahwa kita solid tidak ada kepentingan pribadi semua hanyalah demi masyarakat Dumai, dan perjuangan inilah menjadi wariskan kita kepada anak cucu kelak”. jelas salah satu tokoh Media kota Dumai tersebut.

Selain kedua tokoh tersebut, terlihat pula pemerhati masalah Perminyakan, Agung beliau juga berkesempatan memaparkan terkait persoalan Migas di serantau Riau khususnya menyangkut Dumai. Selanjutnya ada juga Anggota DPRD kota Dumai Hasrizal, turut memberikan pandangan serta sokongan agar Dumai mendapat porsi sepadan. Setelah semua yang duduk dihadapan menyampaikan pandangan terkait Block Rokan, maka acara ditutup dengan membacakan Deklarasi bersama-sama, semua yang hadir saat itu.***(LPC)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed