oleh

Rekanan Keluhkan Kadis PU-PR Dumai Jarang Ngantor “Urusan Terkendala”

Riauperistiwa.con Dumai Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kota Dumai, Muhammad Syahminan memberikan cerminan, perilaku dan sikap tidak terpuji terhadap masyarakat dan mitra kerja yang ada di Dumai. Salah satunya ia kerap tidak masuk kantor, hal ini diungkap oleh kontraktor yang tidak ingin ditulis namanya.

Kamis, (19/09/2019) kepada awak media ia menyebut” Payah betul kalau nak jumpo Kadis ni, sayo Bang sudah tigo hari bolak balik kemari, tapi sampai sekarang tidak jugo bejumpo, padahal sayo ni urusan kejo bukan nak mintak duit dio, kepalo hotaklah.” ujarnya mengerutu dengan logat melayu. Rekannya menambahkan karena ulah Kadis PU ni” Membuat kami susah berkomunikasi apalagi urusan secara administrasi jadi lambat.”

Karena sulitnya ketemu Kadis PU-PR Muhammad Syahminan, disebabkan yang bersangkutan jarang masuk kantor, membuat rekanan kecewa. Padahal mereka berkepentingan untuk urusan administrasi dan juga komumikasi terkait pekerjaan. Rasa kecewa menurut sumber tersebut pernah disampaikan kepada salah satu Ketua Asosiasi Kontraktor, yaitu

Abdul Qadir SH, selaku Ketua GAPENSI (Gabungan Pengusaha Konstruksi lndonesia) Kota Dumai.

Abdul Qadir SH, menurut sumber terpercaya mendengar apa yang menjadi keluhan sebahagian besar anggotanya di Asosiasi. Yaitu dengan meminta (Sekda) Sekretaris Daerah Dumai agar  meninjau kembali terkait kinerja Kepala Dinas PU-PR Kota Dumai yaitu Mohammad Syahminan, namun tampaknya sampai kini tidak ada perubahan terjadi.

Sumber lain berpendapat” Agak mengherankan juga Kadis PU-PR Kota Dumai, meski prestasinya minim alias nol tetapi tetap di pertahankan. Entah apa yang menjadi pertimbangan oleh pemangku jabatan, karena sampai sekarang belum juga di lengserkan, meski menuai banyak kontroversi. Padahal pernah didemo oleh masyarakat, yang menamakan dirinya GMPP-KD (Gabungan Masyarakat Peduli Pembangunan-Kota Dumai).

Masih menurutnya aksi demo dipicu karena tidak becusnya Muhammad Syahminan dalam memimpin Dinas PUPR, mereka beralasan banyak proyek-proyek lnfrastruktur dikerjakan, diduga tidak sesuai kontrak atau bahkan parahnya ada yang roboh meski baru diserah terimakan. Sebagai contoh Pagar GOR di Mundam baru sebulan dibangun langsung roboh, Pembangunan Astaka MTQ disinyalir banyak terjadi penyimpangan belum lagi proyek lain, jika ditelusuri satu-persatu, pasti akan ditemukan banyak penyakit.” ujar sumber yang minta dirahasiakan jati dirinya kepada awak media.***

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed