oleh

Putusan Terkait Laporan Uber Firdaus Menuai Banyak Sorotan, Ada Apa Dengan Bawaslu

Dumai (Riauperistiwa.com) – Dugaan Calon Walikota Nomor urut 03 Paisal SKM. MARS melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kampanyenya sampai ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Karena ada pihak melapor dan setelahnya diisi pelapor adalah Uber Firdaus yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi lndonesia-Perjuangan (PDI-P) Kota Dumai. Laporan Nomor :05/REG/LP/PW/Kota/04.02/X/2020 tanggal 31 November 2020 dialamatkan kepada Sentra (Gakkumdu) Penegakan Hukum Terpadu, dan dalam laporan itu Paisal diduga telah melibatkan ASN dalam berkampanye.

Hasil penyelidikan Bawaslu, disadur
dari Media Online Zonariau.com bahwa ASN inisial TR terbukti ikut kampanye dan kasusnya dilaporkan ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Dipastikan kasus yang membelit TR prosesnya berlanjut dan bersiap menanti sanksi yang akan diterima kelak. lronisnya pada pemberitaan tersebut juga menyebutkan, Paisal SKM. MARS tidak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) saat berkampanye di RT 08 Kelurahan Bukit Kayu Kapur Kecamatan Bukit Kapur. Jika hal tersebut benar adanya, maka dapat dipastikan Paisal dalam berkampanye melakukan dua pelanggaran sekaligus, pertama melibatkan ASN dan kedua tidak melaporkan kampanye sesuai aturan alias tidak kantongi STTP.

lronis TR sebagai ASN jelas akan menerima sanksi karena laporan terhadapnya masih diproses, nah untuk Paisal sebagai Calon Walikota berkampanye dengan melibatkan ASN dan parahnya tidak mengantongi STTP kasusnya telah dihentikan. Karena Bawaslu beralasan laporan tersebut tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pidana pemilihan. Hanya Pelanggaran Administrasi dan direkomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai, selanjutnya KPU yang akan memutuskan.

Menurut sumber terpercaya yang tidak ingin disebut namanya kepada awak media Kamis (12/11/2020) “Laporan terhadap Paisal dihentikan Bawaslu karena kurangnya bukti, bukti dimaksud adalah tidak diketahuinya siapa pihak pertama yang melakukan perekaman (Video) yang dijadikan bukti oleh pelapor. Pelapor hanya mendapat video dari jejaring sosial (Youtube), begitupula saksi-saksi yang dihadirkan tidak mengetahui siapa pembuat Video”. ujarnya

Lanjutnya pula “Jika laporan terhadap Paisal dihentikan sedangkan TR tetap di proses, ada apa dengan Bawaslu padahal dalam suatu kejadian dan buktinya sama namun kesimpulan hasil penyelidikan sangat jauh berbeda alias jomplang maka pantas rasanya kita bertanya-tanya ada apa dengan Bawaslu. Bawaslu harus sampaikan ke publik jangan sampai ada nada miror dan tudingan miring mengarah kepada mereka, netralitas harus terjaga”, jelas sumber.

Terkait keputusan Bawaslu hentikan laporan yang dibuat Uber Firdaus terhadap Paisal, diduga melakukan pidana kampanye pemilihan umum menuai sorotan banyak pihak. Tidak terkecuali seorang Ahmad Maritulius, kepada media ini Kamis malam (12/11) Tokoh Reformasi berdirinya Kota Dumai tersebut ikut mempertanyakan keputusan Bawaslu, menurutnya ada kejanggalan, dan tidak heran jika kemudian keputusan itu banyak pertikaian dan menjadi perdebatan di Masyarakat.

“Jika apa dikatakan dalam berita disalah satu Media Online kemarin itu benar maka keputusan Bawaslu layak dipertanyakan, kenapa dalam satu kejadian dan bukti yang sama ASN terlibat ikut kampanye kasusnya tetap bergulir dan proses masih berjalan bahkan laporan sampai ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Sedangkan untuk Calon Walikotanya dihentikan dan hanya dikenakan pelanggaran Administrasi saja, ditambah pula katanya kampanye tersebut tidak ada STTP. lni tidak main-main saya rasa pelangaran sudah jelas ada itu bisa menjadi bukti awal bagi Bawaslu, dan terkait rekaman Video tidak sulit mengungkapnya dan jejak digital tidak akan hilang jika perlu saksi ahli dihadirkan dan dimintai keterangannya”. ungkap salah satu kontestasi Bakal Calon Walikota itu.

Sebelum rilis, awak media menghubungi Ketua Bawaslu Kota Dumai Zulfan Jum’at siang (13/11/2020) untuk minta klarifikasi sesuai kaedah Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Yaitu memberikan ruang dan waktu untuk menanggapi berita yang berkaitan dengan sumbernya secara langsung namun tidak mendapat tanggapan. Begitupula salah satu Anggota Komisionir Bawaslu Kota Dumai Agustri ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsAap sampai berita ini rilis tidak ada balasan. yang diberikan.***(Tim)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed