oleh

PT. MSSP Sedot Air Parit Simpang Pulai Untuk Kegiatan lndustri

Riauperistiwa.com Dumai PT. Meridan Sejati Surya Plantation (MSSP) yang bergerak di lndustri kelapa sawit, menyedot air parit Simpang Pulai Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan ribuan M3/hari. Pantauan dilapangan pada parit Simpang Pulai terlihat pipa besar berikut sebuah pompa yang di gunakan untuk menyedot air dan kemudian di masukkan langsung ke dalam mobil truck tanki ukuran 30 ton.

Setiap hari di perkirakan sekitar 50 s/d 100 kali mobil truck tanki mengangkut air parit Simpang Pulai untuk di bawa ke tanki timbun PT. MSSP di Bangsal Aceh. Jarak antara Simpang Pulai ke kawasan lndustri atau lokasi PT. MSSP sekitar 20 Km. Menurut beberapa narasumber yang layak dipercaya. Kegiatan ini telah berlangsung cukup lama, kendati awalnya di protes masyarakat sekitar, namun tetap berjalan dengan kompensasi yang diberikan perusahaan.

Informasi yang di peroleh, air parit Simpang Pulai digunakan untuk kegiatan lndustri perusahaan, yang diolah dengan biaya murah. Karena menyedot air parit ratusan ribu kubik/hari tidak membayar ke Pemko Dumai. Pertimbangan menyedot air parit yang di lakukan PT. MSSP tentu sangat menguntungkan dari segi perhitungan ekonomis. Hasil penelusuran di lapangan, PT. MSSP tidak dapat memakai air bawah tanah (ABT), karena airnya asin. Begitu juga jika menyedot air laut dan di olah menjadi air tawar, selain asin biaya yang akan di keluarkan perusahaan tentu sangat besar.

Jika dibandingkan bila PT. MSSP menggunakan dari sumber air terdekat, yaitu air Sungai Mesjid yang berjarak 500 meter dari perusahaan, dan cadangan air yang cukup besar, namun karena air rasanya asin, sehingga perusahaan mencari sumber air tawar yang lain di Kecamatan Sungai Sembilan dan ditemukan Air Parit Simpang Pulai. Walau air dari parit namun air dari Simpang Pulai adalah air tawar, karena sumber air turun dari arah kawasan hutan sungai sembilan menuju ke parit Simpang Pulai.

Dampak negatif yang akan di timbulkan jika air parit Simpang Pulai terus di sedot, secara perlahan air dari hutan Sungai Sembilan akan kekeringan. Di samping itu, rutinitas puluhan mobil truk tanki air bertonase berat setiap hari, bolak-balik mengangkat air maka jalan raya yang dilalui akan turun dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada jalan tersebut. PT. MSSP ketika di konfirmasi melalui Asmadi, dengan pesan singkat tidak menjawab. Begitu juga ketika di datangi ke lokasi industri PT. MSSP Bangsal Aceh, Senin, 01 Oktober 2019, pihak perusahaan tidak bisa ditemui.**(RPC)

Sumber : Infestigasi.com

Editor : Iwan Fk

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed