oleh

Praktisi Hukum,Eko Syahputra,SH.CPL Geram Oleh Ulah PT.Surya Dumai di Duga Buang Limbah B3 ke Laut

Riauperistiwa.com Dumai Mendengar langsung dari beberapa awak media online dan warga masyarakat sekitar areal pabrik bahwa adanya aktifitas dan tindakan tidak terpuji dilakukan oleh para pekerja PT.Surya Dumai yaitu, diduga membuang cairan dari hasil produksi ke laut lepas.Terlepas nantinya apakah cairan dimaksud mengandung senyawa berbahaya apalagi dikategorikan sebagai limbah B3, tentunya harus dilakukan survey lapangan oleh Instansi berkompeten dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai.

Bung Eko Syahputra, SH.CPL berpropesi sebagai pengacara di Kota Dumai sangat kesal dan miris terhadap apa yang telah dilakukan para pekerja PT. Surya Dumai ,apabila terbukti dan benar adanya ia sangat menyayangkan dan berharap agar di tindaklanjuti.Apakah para pekerja berkenaan membuang cairan diduga limbah B3 atas inisiatif sendiri atau memang ada perintah dari manajemen harus ada pembuktian dan penyelidikan serta harus ada sanksi berat dan konsekuensi hukum unruk para pelaku.

Seorang warga tempatan inisial Nsm menyampaikan langsung ke Bung Eko bahwa perusahaan tersebut sering membuang cairan dari hasil produksi tanpa adanya proses sterilisasi. Padahal sebagaimana Amanat Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terutama berkaitan pasal 22 ayat (1) Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.

Tentu sertifikasi Amdal haruslah di peroleh dan di dapat sesuai aturan dalam UU No 22 Th 2009 karena bukan rahasia lagi perusahaan selalu mencari jalan pintas untuk mendapatkan.Apalagi asumsi selama ini  sertifikat amdal hanyalah sebagai bagian dari alat dan bukan tujuan dari amanat undang undang itu.Perlu juga di pertegas bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Apabila terbukti pihak perusahaan membuang yang katanya limbah B3 ke laut, padahal laut adalah sumber penghidupan para nelayan yang bergantung dari hasil tangkapan berupa ikan dan sejenisnya guna menghidupi anak dan isteri. Dan laut juga sebagai kehidupan banyak biota biota dan ekosistem berupa mata rantai mikro organisme halus,

apabila laut tercemar tentu berbahaya untuk lingkungan dan merusak habitat yang ada. Untuk itu pengacara murah senyum tersebut menegaskan” Jangan sampai ada yang bermain main dalam masalah limbah, apalagi jika merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat ia tidak segan segan bertindak jika perlu di lakukan penuntutan” pungkasnya dengan bersemangat.

Sedangkan dari pihak perusahaan PT.Surya Dumai ketika di konfirmasi awak media melalui telepon seluler terkait lersoalan ini tidak ada jawaban karena yang bersangkutan enggan menjawab. Dengan ini maka awak media melakukan penerbitan pemberitaan yang bersumber dari nara sumber****(Tim Sekber)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed