oleh

Pilkada Dumai, Balon Berputar Pada Siklus Yang Sama, Siapa Berpeluang Masih Tanda Tanya

Dumai (Riauperistiwa.com) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tidak lama lagi, hanya menyisakan hitungan bulan tidak terkecuali Kota Dumai turut serta didalamnya untuk memilih Walikota Masa Bhakti 2021-2026. Terkait hal tersebut Edi Zulfan atau tenar disapa Edi Teking berkomentar Selasa (16/06/2020) “Meski hitungan Bulan, belum dapat dipastikan siapa yang melenggang ke tahap Calon karena Partai Politik (Parpol) hingga saat ini, juga belum ada mengusung calon tertentu”. ujarnya awali komentar.

“Namun konstelasi politik mulai terasa setelah beberapa waktu vakum karena dampak pandemi Covid-19, kini aroma mulai tercium dan bahang sudah terasa. Meski tak ada terang terangan yang menabuh genderang, namun beberapa mulai unjuk gigi muka lawas tetap mendominasi, tetapi tidak menunjukkan secara signifikan kemana arah koalisi terbentuk, peta perpolitikan masih dinamis bergerak”. paparnya melanjutkan.

“Meski belum tertebak calon diusung, berpasangan dengan siapa serta partai pendukungnya mana, hanya saja ada beberapa nama mengerucut. Mereka mendominasi, nama-nama ini memiliki latar bekalang berbeda, antaranya Politikus, Birokrat, Akademisi, Pengusaha dan tentunya Tokoh Masyarakat”. Ungkap pria ceking yang juga Ketua relawan Projo Dumai.

Adapun prediksinya sebagai berikut “Calon-calon tersebut adalah Eko Suharjo selain sebagai lncumbent, sosok satu ini juga petinggi Partai Demokrat di Kota Dumai. Sehingga tidak heran namanya menjadi salah satu calon digadang-gadang berpeluang, apalagi Demokrat memuncaki Legislatif. Karir politiknya terbilang cemerlang, Eko pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Dumai dan Anggota DPRD Riau.

Uber Firdaus, Politisi Partai Banteng muncung putih besutan anak sang Proklamator Soekarno yaitu Megawati Soekarnoputeri sosok yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Dumai ini dijagokan untuk posisi Wakil Walikota. Selain Eko, Uber Firdaus juga punya modal utama, yaitu 4 (empat) kadernya duduk di kursi DPRD Dumai.

Untuk Birokrat ada nama Hendri Sandra Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Baleho terbarunya, terlihat berpasangan dengan seorang Akademisi, Muhammad Rizal Akbar, pria bergelar Doktor bidang Ekonomi, meski baru tampil, namun pendiri Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin layak diperhitungkan.

Selanjutnya Birokrat satu ini jangan di tanya, Paisal SKM Mars, satu-satunya Balon jauh hari memproklamirkan diri telah memiliki pasangan. Memulai karir benar-benar dari bawahi, pernah menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, Kabag Kesra hingga menjadi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Dumai.

Kemudian ada Nita Ariani pengajar di Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung Kota Dumai adalah Dosen tetap mata Pelajaran Manajemen Keperawatan dan Riset Keperawatan sejak tahun 2015 hingga saat ini.
Sosok Nita Ariani cukup menjulang, selama masa pandemi Covid-19 bersama komunitasnya kerap melakukan Bhakti Sosial, balehopun menghiasi setiap sudut Kota, terutama Jakan protokol, menandai keseriusan untuk bersaing pada Pilkada mendatang.

Terakhir nama yang layak dan pantas diperhitungkan adalah Ahmad Maritulius SE, sekarang berprofesi dibidang media, pemilik media cetak juga Online ini cukup diperhitungkan. Apalagi modal utamanya adalah sebagai Tokoh Reformasi menjadikan Dumai menjadi Kota Madya, apalagi Bang Lius sapaan akrabnya salah satu Putera Daerah yang memang sedari awal ingin menjadikan Daerah yang terletak di Pesisir Timur Sumatera ini pusat Ekonomi Bidang Kepelabuhan dan Kelautan.

Pastinya, jasa terbesar beliau dan kawan-kawan menjadikan Dumai sebagai Kota Madya sepantasnya diapresiasi, salah satunya tentu dengan cara memberikan kesempatan kepada beliau untuk tampil memimpin Dumai. Karena sejak Dumai menjadi Kota Madya, Walikotanya selalu Birokrat, hasil kepemimpinan mereka biar masyarakat menilai, namun ada pertanyaan mengemuka, apakah masih tetap dengan pola pikir dan paradigma lama, atau ingin perubahan semua terpulang kepada kita sebagai masyarakat Dumai itu sendiri.” paparnya mengakhiri percakapan.***(RPC).

Pewarta : Zainal Arifin
: Didin Marican

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed