oleh

Penyelundupan Baby Lobster Senilai 1,5 Miliar ke Singapura di Gagalkan Oleh Lanal Dumai

Riauperistiwa.com, – TNI Angkatan Laut melalui Lanal Dumai menggagalkan penyelundupan 5 kotak es berisikan 10.000 baby lobster senilai Rp1,5 miliar. Bibit lobster tersebut rencananya akan dikirim ke Singapura melalui perairan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (19/10/2018).

Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Dumai, Letkol Laut Saiful Simanjuntak mengatakan, baby lobster itu ditemukan anggotanya di Dermaga Rakyat Sungai Piring Tembilahan. Awalnya petugas mendapatkan informasi, pada Jumat (19/10) ada dua mobil dari Jambi yang akan masuk ke Sungai Liat dan Sungai Piring, Kabupaten Indragiri Hilir. “Informasinya, mobil itu membawa muatan baby lobster yang akan dimuat ke speedboat dan diselundupkan ke Singapura,” kata Saiful, Minggu (21/10/2018).

Kemudian TNI AL melakukan penyekatan di Pertigaan Jembatan Getek, Tembilahan. Sebagian personil berada di laut, dan lainnya di udara. Untuk petugas di laut menyekat di Kuala Simpang Sungai Luar dan Sungai Piring. Personil lainnya juga menyekat di sekitar simpang Kuala Gaung. “Hingga akhirnya petugas melihat dua mobil di jembatan Getek. Kemudian petugas yang di darat menginformasikan kepada personel di laut untuk siaga,” ujar Saiful.

Personel TNI AL langsung melakukan pemeriksaan terhadap mobil yang dicurigai itu dalam kondisi berhenti. Namun ternyata isi mobil sudah kosong, tidak ada seorang pun di dalamnya.‎ Kondisi itu dilaporkan ke petugas yang di laut. Kemudian petugas laut melakukan penyisiran di perairan. Setelah mencari, petugas menemukan 5 unit kotak es berisi baby lobster yang diletakkan di dermaga rakyat.

“Ketika itu, personel melihat speedboat berkecepatan tinggi sedang melintas tetapi mereka melarikan diri dan tidak terkejar,” ucapnya. Selanjutnya petugas membawa benih lobster itu ke darat lalu dibawa dan diserahkan ke kantor Balai Karantina Ikan kelas 1 di Pekanbaru. ‎Saiful menduga, perairan dan daratan Riau menjadi daerah transit dan pintu keluar penyelundupan benih lobster dan akan diselundupkan ke Singapura kemudian ke Vietnam.

“Biasanya harga satu ekor benih lobster ini dibanderol Rp 150 ribu. Negara mengalami kerugian Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.
Kepala Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Pekanbaru, Eko Sulistyanto menyebutkan, penangkapan benih lobster dilarang yang mengacu pada Permen KP Nomor 56 tahun 2016.

“Dalam peraturan sudah jelas dilarang melakukan kegiatan penangkapan untuk jenis lobster yang dibawah 200 gram, apalagi kegiatan untuk ekspor,” kata Eko. Eko menyebutkan, baby lobster yang sebagian masih hidup ini direncanakan akan dilepas liarkan ke perairan Kabupaten Bengkalis, Riau.

Friedrich Edward Lumy / RP

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed