oleh

“Penyelidikan Perkara Dana Hibah Bansos Dumai Jika Berlarut Dan Tidak Jua Sampai Ke Pengadilan Sebaiknya SP3.” Edi Zulfan

Riauperistiwa.com Dumai-Maraknya pemberitaan terkait dugaan Korupsi Dana Hibah Bansos oleh Pemko Dumai melalui APBD tahun 2013-2014 kembali viral dalam beberapa hari ini di media online. lronisnya dalam pemberitaan tersebut secara terang-terangan menyebut nama-nama yang diduga ikut terlibat dan tidak lagi memakai inisial. Tentu saja penomena ini menarik perhatian banyak pihak dan ikut berkomentar, salah satunya Ketua DPC Projo Kota Dumai Edi Zulfan.

Kepada Redaksi media ini Rabu (15/01/2020) ia berpendapat dengan sudut pandang yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang dalam menyikapi persoalan tersebut dan, inilah sebahagian rangkumannya “Alotnya penyelidikan perkara Dana Bansos, kuat dugaan salah satunya dipicu kepentingan banyak pihak, karena sudah bukan rahasia lagi banyak nama-nama beken dan tenar diduga terlibat, namun dikemudian hari nama-nama tersebut raib alias hilang dalam berkas yang dikirim ke Penyidik Kejaksaan”. ungkapnya awali percakapan.

Selanjutnya Edi menjelaskan “Ini saya katakan bukan tanpa alasan karena ada sumber terpercaya mengatakan seperti itu kepada saya beberapa waktu lalu. Apa yang dikatakan sumber tersebut jika kita analisa dan cerna ada benarnya juga, persoalan Dana Bansos melibatkan banyak pihak alias berjamaah, kenapa hanya segelintir saja yang ditetapkan menjadi tersangka. Kemana yang lain?, hilangnya nama-nama tersebut masih menurut sumber, kata Edi menjadi salah satu berkas yang dikirim ke Penyidik Kejaksaan yang telah tahap 1 atau P 19 selalu dikembalikan lagi ke Penyidik Polres Dumai”.

“Jadi tidak heran apabila berkas tersebut akan selalu mondar-mandir antara dua lnstitusi Penegak Hukum yaitu Kepolisian dan Kejaksaan, karena tetap P 19 dan tidak akan berlanjut ke Pengadilan alias P 21. Beberapa waktu lalu Polres Dumai telah menetapkan beberapa nama menjadi tersangka, namun membuat banyak pihak heran, karena banyak nama yang hilang, mereka bertanya-tanya aktor lntelektual pada kemana. Karenanya diharapkan penyelidikan harus menyeluruh dan menyentuh semua pihak yang diduga terlibat, jangan ada timbul kesan tebang pilih, karena bagaimanapun jika ada pihak merasa terzolimi dan menjadi korban tentu mereka tidak akan tinggal diam dan akan beberkan apa yang mereka ketahui”.ujar pria berperawakan kurus tersebut.

“Karenanya secara pribadi saya berpendapat apabila memang persoalan ini tidak tuntas sampai ke Pengadilan dan sulit untuk memenuhi permintaan penyidik Kejaksaan, maka tak ada salahnya segera dihentikan alias (SP3), karena tidak elok seseorang dijadikan tersangka terlalu lama tanpa adanya kepastian hukum yang berkekuatan tetap (Inkrah). Sebab perpengaruh pada kehidupan pribadi dan juga keluarganya, namun apabila kelak ditemukan ada bukti-bukti baru bisa saja kasus tersebut dibuka kembali. Namun ini hanya sebatas pendapat pribadi, kewenangan untuk melanjutkan dan menghentikan penyelidikan suatu perkara, mutlak di tangan Penyidik, apakah itu pihak Kepolisian atau Kejaksaan”. ungkap Edi tanpa maksud tertentu.

Semoga menjelang tahun Politik situasi Dumai tetap kondusif, dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang bisa memecah belah kehidupan ditengah masyarakat. Jangan sampai ada kesan berita ini gencar kembali kepermukaan ada upaya pihak tertentu untuk melakukan  pengorengan dalam rangka menyambut Pilkada Dumai kelak. Karena dugaan tersebut tidak berlebihan, beberapa nama yang ikut meramaikan Balon Walikota dan Wakil Walikota Dumai disinyalir ada yang yang berpotensi ikut terjerat dan terseret dalam pusaran Korupsi Dana Hibah Bansos Kota Dumai.***(RPC)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed