oleh

Penasaran, Sosok Misterius Pemberi Suap Walikota Dumai

Riauperistiwa.com Dumai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Wakil Ketua Laode Muhammad Syarief pertama kali menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah Jumat, (03/05/2019), sebagai tersangka dua perkara, yaitu gratifikasi dan menerima suap.

Pertama memberikan gratifikasi Rp 550 juta kepada mantan pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo untuk memuluskan anggaran DAK dan DID, ke dua menerima suap Rp 50 juta dan fasilitas hotel di Jakarta terkait kegiatan proyek di Dumai.

Untuk dua kasus diatas Zul AS dijerat Pasal 5 Ayat (1) hurup a atau hurup b dan Pasal 12 b atau Pasal 11 atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Perkara pertama sangat jelas  gratifikasi diberikan oleh Zul AS kepada Yaya Purnomo, namun untuk kasus ke dua pemberi suap kepada Zul AS berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas hotel sampai sekarang masih menjadi misteri siapa sosok tersebut sesungguhnya.

Bahkan semenjak menyandang predikat tersangka, Zul AS telah beberapa kali di panggil untuk di periksa dan dimintai keterangan oleh KPK, namun sosok pemberi suap tersebut tidak juga muncul ke permukaan.

Menyikapi persoalan ini, Irfan (53) merasa penasaran, kepada awak media Kamis, (25/07/19) “Siapa sosok itu sesungguhnya, kenapa sampai sekarang tidak di ungkap identitasnya oleh KPK, agak aneh”. ujarnya seperti penasaran.

Irfan melanjutkan  “Berharap dalam waktu dekat terungkap fakta dan bisa di ketahui, karena, bagaimanapun pemberi dan penerima suap sama statusnya di mata hukum, dan suap itu untuk proyek yang mana satu.

Berharap KPK serius menyelidiki dan mencari aktor – aktor lainnya karena pertama kali kasus di ungkap ada nama – nama lain santer tersebut bahkan sempat di panggil oleh KPK, anehnya nama tersebut seakan hilang tak terdengar lagi, awas jangan ada konsfirasi”. ungkap Irfan mengingatkan.*

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed