oleh

Pasca Pengeledahan Kantor DPMPTSP Oleh KPK “Apresiasi dan Berharap Usut Sampai Tuntas.” Himron

Riauperistiwa.com Dumai Pengeledahan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (05/12/2019) di duga berkaitan dengan kasus yang menimpa Walikota Dumai. Sebagaimana diketahui sebelumnya Zulkifly AS telah ditetapkan menjadi tersangka untuk dua perkara sekaligus, yaitu pemberian gratifikasi kepada pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo dan menerima suap dari pihak ketiga.

Bukan rahasia lagi, semenjak terungkapnya kasus (DAK) Dana Alokasi Khusus dan (DID) Dana lntensif Daerah yang menjerat Zul AS, banyak pejabat Pemko Dumai telah dipanggil dan diperiksa oleh KPK. Bahkan komisi anti rasuah tersebut telah berulangkali ke Dumai. Namun yang menjadi misteri sampai sekarang belum diungkapnya ke publik asal dana dan aktor intelektual pemberi suap ke Walikota Dumai tersebut.

Terkait pengeledahan KPK di kantor DPMPTSP, salah seorang tokoh pemuda Himron kepada media RPC Kamis (05/12/2019) ikut bersuara “Pertama kita patut apresiasi kinerja KPK untuk terus usut kasus tersebut sampai tuntas, dan mendorong ungkap aktor-aktor lain yang diduga ikut terlibat secara bersama-sama.” jelasnya.

Himron menambahkan “Kuat dugaan pengeledahan KPK yang baru terjadi ini tidak terlepas dari perkara tersebut, karena sewaktu perkara Yaya Purnomo mencuat kepermukaan ada beberapa Kadis (Kepala Dinas) dari Dumai dipanggil ke Jakarta oleh KPK, dan salah satunya diduga termasuk Hendri Sandra selaku Kadis DPMPTSP Kota Dumai serta seorang bawahannya yang menjabat Kepala Bidang (Kabid).”

Tentunya kejadian pengeledahan kantor DPMPTSP oleh KPK jadi perbincangan hangat dan topik menarik di tengah masyarakat Dumai, terlebih karena Hendri Sandra menjadi salah satu Bakal Calon (Balon) Walikota Dumai periode akan datang, yang terkenal dengan jargonnya HEBAT, artinya (Hendri Bersama Rakyat).

Sosok Hendri Sandra adalah salah satu Balon kuat yang diprediksi berbagai kalangan akan melaju menjadi Calon Walikota Dumai pada Pilkada mendatang. Nah tentunya dengan pengeledahan KPK pada Dinas yang dipimpinnya ada hal tak terduga yang akan terjadi. Menarik untuk mengikuti dan menyimak perkembangan kasus ini dan bagaimana ending kedepan, pastinya masih menjadi misteri dan teka-teki semata.

Andi (49) warga Dumai hari yang sama kepada awak media mengatakan “Kita berharap KPK secepatnya tuntaskan perkara tersebut, terkait kejadian yang baru terjadi biarlah KPK bekerja dan proses hukum yang berjalan, kita hanya bisa melihat dan mengomentari, terpenting jangan sampai dipolitisasi.”

“Apalagi terjadi perpecahan, artinya siapapun dia apapun jabatannya jika terbukti bersalah hukum harus ditegakkan seadil mungkin, terlepas dia sebagai apa. Seseorang dengan jabatan Walikota, Bupati, Gubernur, Menteri bahkan Jenderal saja ada yang dijebloskan ke penjara, karena tersandung kasus korupsi jika terbukti bersalah, yakinlah dengan kinerja KPK.” tutur Andi.***(RPC)

Pewarta : Zainal Arifin

Editor : Ridwan Fk

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed