oleh

Oknum ASN Ramai-Ramai Boyongan Menuju Gedung KPK Diduga Terkait Kasus Membelit Walikota Dumai

Dumai (Riauperistiwa.com) – Santer pembicaraan dikalangan masyarakat, terutama diwarung-warung kopi beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun, pemanggilan terhadap beberapa pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Dumai untuk menjalani proses pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan Walikota Dumai, H. Zulkifli AS, MSi yang telahpun ditetapkan menjadi tersangka.

Antara ASN dipanggil, tercatat nama Vera Chynthiana dan M Ridwan Putra berdasarkan Surat Pemanggilan Nomor 3041 dan 3046/DIK 01.00/23/07/2020, keduanya diminta untuk menghadap penyidik KPK, Edwar Zulkarnain dan Tim di Kantor KPK Jalan Kuningan Persada Kav 4 Setiabudi Jakarta Selatan pada hari, Kamis (16/07/20) pukul 10.00 WIB besok, sebagaimana dikutif dari laman berita riaucrime.com.

Sumber terpercaya Rabu (15/07/2020) menyampaikan, selain kedua nama diatas ada lagi oknum ASN lain yang di panggil penyidik KPK, namun jadwalnya pada hari Jumat. “Ada lagi Bang yang dipanggil ke Jakarta, bukan hanya yang dua tadi malahan otaknya juga ikut dipanggil, kalau tak percaya Abang carilah informasi lain pasti jawabannya iya”. ungkap sumber, seraya minta jangan ditulis namanya.

Masyarakat berharap agar kasus yang menimpa Walikota Dumai aktif tersebut segera diproses, jangan terkesan bertele-tele jika memang bersalah segera tuntaskan. “Kita minta KPK segera tuntaskan persoalan hukum Pak Wali tersebut, jangan terlalu lama menyandang status tersangka, jika bukti kurang segera direhabilitasi namun jika sebaliknya secepatnya diproses dan jika perlu segera jebloskan ke penjara”. pinta David, di waktu berbeda namun hari yang sama.

Lanjutnya “Siapapun yang terlibat dalam lingkaran dugaan korupsi yang melibatkan Walikota Dumai harus di proses juga, jangan sampai ada yang lolos. Berharap penyidik KPK menghukum seberat-beratnya, sehingga kedepannya agar semua orang berpikir seribu kali untuk melakukan tindakan korupsi. Apalagi Kota Dumai akan melaksanakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) tidak lama lagi, dan kasus ini menjadi cerminan”. pungkas David.

Sebagaiman diketahui Zaulkifli AS terjerat dua perkara sekaligus, yaitu memberi gratifikasi dan menerima suap sesuai dakwaan penyidik KPK. Melibatkan Pejabat Kemenkeu (Kementerian Keuangan) Yaya Purnomo, yang terlebih dahulu telah di vonis di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Jakarta beberapa waktu lalu.***(RPC)

Pewarta : Didin Marican
: Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed