oleh

Mungkin, Pemko Dumai Masih Transparansi Separuh Hati

Baru-baru ini Pemerintah Kota Dumai baru saja meluncurkan website resminya tentang pengelolaan dana yang akan digunakan untuk pembangunan Dumai Islamic Center (D.I.C).

https://www.dumai-islamiccenter.id/
Di website tersebut berisi informasi jumlah donasi yang telah terkumpul, dan daftar nama yang telah berdonasi.

Saat ini jumlah donasi yang telah terkumpul kurang lebih senilai 2,8 Miliar (M).

Namun keberadaan website tersebut sejauh ini masih mendapat kritikan dan dianggap masih perlu dibenahi. Muhammad Zulfan Arif melalui social medianya (Facebook) mengutarakan beberapa catatan terhadap website pengelolaan dana untuk pembangunan DIC.

“Saya mengapresiasi PEMKO DUMAI atas adanya website tentang pembangunan Dumai Islamic Centar (D.I.C), yang secara tidak langsung ingin menjawab satu persatu pertanyaan dari sebagian masyarakat tentang transparansi anggaran. Namun ada beberapa catatan dan saran untuk pengembangan website tersebut:


1. Transparansi yang masih setengah-setengah.
Di website tersebut, saya tidak menemukan donatur dana CSR berasal dari perusahaan mana saja, sejauh ini yang di paparkan hanya nama-nama dari dana donasi.

2. Adanya pemasukan, tentu ada juga yang namanya pengeluaran.
Kalau saat ini proses pembangunan sedang berlangsung, tentu ada yang namanya pengeluaran, karena digunakan untuk keperluan membangun. Lain halnya kalau proses pembangunan tidak sedang berlangsung.

3. Donasi atas nama instansi.
Di daftar dana donasi, ditemukan adanya donasi dari dinas-dinas. Kalau mengatasnamakan dinas, berarti yang digunakan adalah uang negara. Pertanyaannya “uang darimana yang di alokasikan dinas untuk donasi tersebut?”.


Kalau uang tersebut berasal dari sumbangan pegawai-pegawai yang ada di dinas, harusnya tidak mengatasnamakan dinas, namun dibuat atas nama PEGAWAI DINAS (……….)/ dibuat nama perorangan yang menyumbang, manatau ada yang ingin namanya juga di publish hehe. Ini mungkin terlihat sepele, namun ini bisa disalah artikan, dan bisa menimbulkan persoalan yang baru.

4.Terkait mekanisme penerimaan, masih belum ada penjelasan resmi dari pemko, sehingga asumsi saya saat ini belum bisa saya kemukakan pada tulisan ini. Terimakasih.”
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=560458628437869&id=100034212101586

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed