oleh

Miris! Gaji Sekurity RSUD Dumai Tak Sebanding Tenaga dan Keringat Yang Menetes

Riauperistiwa.com Dumai Tenaga pengaman alias Security di RSUD Kota Dumai tenaga dan keringatnya ternyata hanya di hargai sebesar Rp 1.6 juta/bulan. Gaji minim alias cetek tersebut terungkap ketika awak media bertemu Humas RSUD dr. H. Herman MP. Selasa. (27/08) dengan di dampingi staf bagian pengamanan bernama Sayuti.

Sayuti menyatakan” Total jumlah security sesuai anggaran ada 76 orang, namum sekarang yang ada 74 orang, pertanyaannya 2 orang lagi pergi kemana, ia tidak jelaskan secara detail. Paling mengelikan adalah perbedaan gaji antara Anggota, Danru dan PKD hanyalah selembar pecahan 50 ribuan saja, padahal tanggungjawab tentunya sangat jauh perbedaan, dan sumber gaji tenaga sekurity menurut Sayuti berasal dari APBD Kota Dumai.

Ketika media ingin melihat draf kontrak apakah sesuai dengan pengakuan Sayuti dan sesuai besarnya anggaran APBD, ia tak berani memperlihatkan, hanya berkata” Soal itu langsung saja tanyakan dengan Kasubag saya.” karena beralasan ia tidak punya wewenanang untuk itu. dr. Herman selaku Humas RSUD yang ada di samping Sayuti ikut membenarkan” Nanti langsung saja ketemu Buk Dona, karena ia Kasubag TU yang membawahi kegiatan tersebut.” ungkapnya.

Parahnya ternyata security RSUD tidak diikutkan dalam program BPJS ketenagakerjaan, tentu kita bertanya seandainya terjadi hal – hal tidak diinginkan, apa yang dapat menjadi jaminan, agar hak mereka sebagai pekerja akan terakomodir.

Seterusnya pengelolaan tenaga sekurity ternyata langsung di tangani pihak RSUD bukannya oleh pihak ke 3 (tiga), padahal ada regulasi yang mengatur, tentang pengelolaan security. Haruslah perusahaan berbadan hukum serta memiliki sertifikasi dari pihak Kepolisian, dalam hal ini yaitu Mabes Polri.

Begitu banyak temuan terkait pengelolaan tenaga security di RSUD Dumai sangat patut untuk menjadi perhatian semua pihak. Terlintas di pikiran kita apakah seorang drg. Ridho sanggup mengatasi semua itu, ini hanya baru persoalan security belum lagi jika persoalan lain yang akan muncul, dihadapan media beliau selalu berujar possisi sebagai Direktur RSUD yang baru karena banyaknya permasalahan dan persoalan terjadi.

Artinya kedudukan drg. Ridho selaku Direktur RSUD sekarang ini sebagai orang yang dianggap mampu menjadi penyelamat kekisruhan yang ada di rumah Sakit Tipe B tersebut. Dengan harapan dan ekspektasi yang tinggi, hanya waktu yang akan menjawab dan menilai kualitas seorang Ridho, apakah sanggup mengemban amanah yang telah diberikan.***

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed