oleh

Media Seharusnya Memiliki Fungsi lnformasi dan Kontrol Sosial

Riauperistiwa.com Dumai Media memiliki fungsi informasi dan kontrol sosial, baik itu media cetak, elektronik maupun online. Media juga diharapkan bisa menjadi media terpercaya dan memberikan informasi yang akurat, berimbang dan mencerdaskan kepada masyarakat dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Sebagai wadah penyampaian informasi, hiburan dan pendidikan, idealisme juga harus tertanam kuat dikalangan pekerja media, tidak terkecuali bagi pemilik media itu sendiri. Masyarakat juga harus bijak dan pandai untuk menyaring informasi dari media terkait penyiaran informasi.

Karenanya idealisme menjadi faktor utama, apa jadinya jika idealisme mulai terkikis terutama oleh kalangan pemilik media itu sendiri. Sehingga berdampak terhadap pemberitaan yang cenderung menjadi corong dan syarat akan kepentingan. Dengan kondisi tersebut masyarakat diharap dapat bersikap kritis dan menilai apakah media tersebut masih berpegang teguh sesuai UU Pers dan Kode Etik. Atau justru melacurkan idealismenya demi kepentingan diri sendiri atau pihak lain.

Jurnalis harus bijak mencerna apa peran dan fungsinya selaku insan pers, begitu juga dengan owner atau pemilik modal. Jangan sampai  jurnalis menjadi alat dan sarana untuk mewakili kepentingan pihak tertentu, terlebih lagi untuk kepentingan majikan diluar kode etik jurnalistik.

Menjadi sangat miris melihat apabila media dijadikan corong pihak tertentu, terlebih apabila hal tersebut dilakukan oleh pemilik. Salah satu faktor media terindikasi dapat dikatakan menjadi corong apabila pemilik media selalu dijadikan  narasumber atau sumber berita bagi medianya sendiri.

Meskipun pemilik tadi sebagai narasumber atau sumber berita dengan karakter yang tidak sama dan berbeda, namun apa yang dilakukan tentu menjadi sebuah pertanyaan. Entah apa maksudnya tidak ada yang tahu selain dirinya sendiri atau si wartawan sebagai penulis, apapun tendensinya merekalah yang tahu.

Kita tidak ingin menduga-duga, apalagi berprasangka, apakah mereka ingin mencari panggung, dan popularitas atau sekadar ingin menunjukkan eksistensi atau sememangnya tidak memahami peran dan pungsi pers itu sendiri. Karena menjadi sangat tabu apabila sebagai pemilik media, selalu menjadi sumber berita atau narasumber meski dengan topik dan karakter yang berbeda sebagaimana uraikan di atas tadi apapun alibinya.

Orang awampun akan tahu kemana arah dan tujuan pemberitaan yang kita buat, mudah memprediksinya. Jika memang kebelet ingin tampil sarana untuk itu banyak, misal buatlah seminar, kegiatan terkait jurnalistik, sarasehan dll. Memimpin media berbeda dengan memimpin organisasi, karena media menjadi sarana publik untuk semua pihak memperoleh informasi yang benar sesuai fakta dan data.

Beda dengan organisasi kita sebagai pimpinan boleh tampil semau kita kapan saja dimana saja dan untuk mewakili siapa saja, tidak ada yang membatasi asalkan sesuai AD/ART yang ada. Semoga tulisan singkat ini dapat memberi pencerahan dan sebagai ungkapan rasa prihatin, atas apa yang terjadi, berharap pers semakin maju, bijak, dan berkembang ke arah lebih baik lagi.***(PRC)

Pimpred Riauperistiwa.com : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed