oleh

Masyarakat Berharap:KPK Selidiki Perkara Lain Yang Berpotensi Adanya Unsur KKN di Kota Dumai

Riauperistiwa.com Dumai Penyidikan yang selama ini dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Dumai Zulkifli AS ternyata berbuah manis. Kerja keras tersebut telah mendapat ganjaran setimpal yakni dijadikannya Zul AS sebagai tersangka pada 2 perkara sekaligus.

Dengan telah ditetapkan Zul AS sebagai tersangka pemberi suap dan penerima gratifikasi tentu kita berharap KPK jangan berhenti sebatas itu saja. Hendaknya  terus melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus yang lain, karena sudah bukan rahasia lagi diduga ada banyak proyek yang bermasalah.

Sebagaimana diutarakan nara sumber kepada salah satu pentolan Gerakan Masyarakat Peduli Pembangunan – Kota Dumai (GMPP-KD) Zainal Arifin, nara sumber yang tidak ingin ditulis namanya mencontohkan : Proyek PDAM telan anggaran ratusan miliar, sampai sekarang tidak jelas kelanjutannya bahkan pipa-pipa ada yang telah rusak.

Pembangunan GOR Tahap l dengan anggaran Rp 4,8 miliar baru dibangun sebulan oleh rekanan pemenang lelang PT.Laras Surya Mandiri, langsung roboh. Sampai sekarang kita tidak tahu hasil pemeriksaan, padahal waktu kejadian telah lama sekitar bulan Januari tahun 2018.

Selanjutnya kasus dana hibah, telah bergulir dari akhir tahun 2017, bahkan sempat menjadi pembicaraan hangat di Kota Dumai. Sampai sekarang belum ada titik terang apakah kasusnya  terungkap sampai tuntas ke permukaan atau hilang tertelan bumi seiring berjalannya waktu.

Tidak hanya itu saja pekerjaan bangunan RSUD Kota Dumai yang terbaru dengan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Kontraktor pelaksana tidak bisa selesaikan pekerjaan sampai tuntas, meski sudah pulangkan sebahagian anggaran namun diduga tidak sesuai persentase. Parahnya meski masih baru bangunan tersebut terlihat mengalami beberapa keretakan.

Masih banyak lagi pelaksanaan proyek diduga tidak sesuai dengan kontrak, apabila ditelusuri akan menambah daptar panjang. Karena masih  menurut sumber tadi, proses  pekerjaan dari awal perencanaan sampai ke tahap penunjukan diduga terjadi persekongkolan.

Apabila dugaan itu benar adanya tidak menjadi suatu keheranan contoh kita bisa simpulkan Zul AS sebagai kuasa pengguna anggaran, lalu Kepala Bapeko dijabat sang adik selanjutnya Ketua Pokja ULP keponakan sang Isteri. Apakah itu suatu kebetulan atau memang telah direncanakan tentunya Zul AS dan kroni-kroninya yang tahu.

Sehingga ada suatu pameo yang terlontar ditengah-tengah masyarakat yaitu” Abang pencari dana, Adik merencanakannya, keponakan  membagikannya.” Itu semua hanya sebatas pameo sekedar lelocun, namun tak ada salahnya untuk kita renungi. Dan diakhir pembicaraan nara sumber berharap agar KPK menindaklanjuti apa yang ia   sampaikan melalui dimedia online ini

Penulis  :  Zainal Arifin.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed