oleh

Majelis Hakim Putuskan 7 Tahun Kurungan Serta Denda Rp 500 Juta, Mantan Sekda Dumai

Riauperistiwa.com Dumai  Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru Rabu, (28/08/2019) vonis mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai Muhammad Nasir dalam perkara korupsi peningkatan proyek Jalan Pulau Rupat, Bengkalis.

Muhammad Nasir terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tipikor, Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Saut Maruli Tua Pasaribu saat membaca amar putusan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Dalam amar putusannya, Muhammad Nasir dijatuhi hukuman pidana penjara 7 tahun, dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, mantan Sekda Dumai yang juga pernah menjabat Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis itu diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 2 miliar subsider 1 tahun penjara.

Selain Nasir, pesakitan lainnya yang terlibat dalam perkara yang sama, Hobby Siregar selaku Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC) divonis lebih berat yakni 7 tahun 6 bulan penjara. Hobby juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan serta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 40,8 miliar. Jika terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara maka harta benda terdakwa disita atau subsidair selama 3 tahun kurungan.

Hakim menegaskan berdasarkan fakta persidangan, keduanya terbukti telah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang – Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi sebelumnya Muhammad Nasir dengan hukuman 7 tahun 6 bulan penjara dalam proyek jalan yang merugikan negara hingga Rp 105 miliar tersebut.

Selain denda dan penjara, Nasir yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis itu turut diwajibkan membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 2 miliar.

Menanggapi vonis itu, baik terpidana dan jaksa sepakat mengajukan pikir – pikir. Muhammad Nasir dan Hobby Siregar diduga melakukan tindak pidana korupsi kegiatan peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis yang merugikan negara sebesar Rp105 miliar.

Keduanya melakukan beberapa perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun suatu korporasi pada Agustus 2012 hingga Desember 2015 silam. Nasir memperkaya diri sebesar Rp 2 milyar, kemudian, Hobby Siregar Rp 40,8 miliar.

Dalam sidang sebelumnya, JPU KPK sempat menyebut nama Herliyan Saleh, mantan Bupati Bengkalis. Herliyan ikut terseret kasus itu dengan diduga menerima uang suap sebesar Rp 1,3 miliar.

Kemudian sejumlah nama lainnya seperti H Syarifuddin alias Haji Katan Rp 292 juta dan Adi Zulhalmi Rp 55 juta.Tak hanya itu, beberapa pihak yang juga menikmati keuntungan proyek multiyears bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis.

Mereka di antaranya, Rozali menikmati Rp 3 juta, Maliki Rp16 juta dan Tarmizi Rp 20 juta. Lalu, Syafirzan Rp 80 juta, M Nasir Rp 40 juta, M Iqbal Rp 10 juta, Muslim Rp 15 juta, Asrul Rp 24 juta serta Harry Agustinus Rp 650 juga. Total kerugian negara Rp 105.881.991.970.***

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed