oleh

Lampu Jalan Banyak Tidak Menyala, Dana PJU Kemana ?

Riauperistiwa.com Dumai  Lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa ruas jalan di Kota Dumai banyak tidak berpungsi, dan tentunya sangat merugikan masyarakat penguna jalan. Pantauan media di mulai dari Simpang Dock sampai ke simpang jalan Wan Amir atau Pelabuhan TPI, yang menyala hanya di depan gardu induk PLN.

Selanjutnya jalan Janur Kuning dari bundaran menuju jalan Kesuma, menyala hanya didepan pos securiti Perumahan Naga Mas. dan Simpang Bumi Ayu menuju Bukit Datuk mati. Seterusnya dari jalan Raya Bukit Datuk menuju Pasar Pulau Payung juga mati, jalan Ombak sebahagian mati, dan banyak lagi PJU tidak menyala di jalan – jalan Protokol, serta jalan pemukiman jika kita melakukan  penelusuran satu – persatu.

” Masyarakat tidak habis pikir, dulu jika rusak segera diperbaiki, tidak seperti sekarang seakan – akan sengaja terjadi pembiaran. Semakin lama perawatan PJU semakin tidak jelas, puncaknya di era sekarang paling parah.” Ungkap warga yang tidak mau di publikasikan namanya.

Tidak menyalanya lampu PJU membuat masyarakat kecewa, serta takut jika melintas dijalan tersebut pada malam hari. Karena sering terjadi kecelakaan, apalagi di saat jelang ramadhan, untuk pergi beribadah takut jadinya karena jalanan gelap – gulita. Belum lagi ramainya kendaraan berlalu – lintas, salah seorang warga sebut saja Rahmad (35) ” Berharap agar lampu PJU segera di perbaiki, karena rawan akan terjadinya kecelakaan, dan ia berasumsi penyebabnya karena PJU banyak tidak menyala.

Lain lagi pendapat emak – emak warga jalan Janur Kuning, berharap Dinas secepatnya lakukan perbaikan. Karena telah beberapa kali terjadi kecelakaan malam hari di sekitar sini. Akibat dari mininnya pencahayaan dari penerangan jalan. ” Takut mak lewat sini kalau sudah malam, gelap betul, nanti terjadi hal – hal yang tidak baik.” katanya setengah kesal.

Masyarakat di kenakan pajak setiap bulan ketika membayar tagihan ke PLN. Sehingga wajar saja jika mereka balik bertanya ke mana dana PJU tersebut perginya. Dan bagaimana pengelolaannya selama ini, jika tidak benar layak untuk di usut.” Ungkap warga setengah kesal.

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed