oleh

KPK Telah Jadwalkan Panggilan Ulang Terhadap Walikota Dumai Zulkifli AS

Dumai (Riauperistiwa.com) – Sebagaimana dirilis media ini beberapa waktu lalu, Walikota Dumai Zulkifli Adnan Singkah mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (10/11/2020). Menurut informasi Zul AS berhalangan hadir karena ada kegiatan Dinas yang tidak bisa di tinggalkan dan akan dilakukan pemanggilan ulang oleh penyidik KPK.

Terkait hal tersebut dan ingin mengetahui informasi pemanggilan ulang, awak media Pantauriau.com dan Riauperistiwa.com menghubungi Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri melalaui pesan WhatsAap pada Kamis siang (12/11/2020), dan tak lama setelahnya Ali Fikri membalas pesan awak media dan berikut jawabannya.

“Kasus dugaan TPK suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai Dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018 Hari Selasa, 10 November 2020 KPK memanggil tersangka ZAS (Walikota Dumai Periode tahun 2016-2021). Yang bersangkutan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Penyidik untuk dilakukan penjadwalan ulang karena ada kegiatan Dinas yang tidak bisa ditinggalkan. Akan diagendakan kembali pada hari Selasa tanggal 17 November 2020”. ujarnya menjawab pesan WhatsAap awak media.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan “Sepanjang tahun 2020 KPK sudah menahan 3 orang Kepala Daerah, pekan depan KPK akan menahan dua orang Kepala Daerah lagi. Bapak lihat saja nanti, Minggu depan ada dua orang lagi Bupati dan Walikota”. ungkapnya dalam acara Webinar Pembekalan Cakada yang disiarkan akun Youtube Kanal KPK, Selasa (11/10/2020).

Selain Zul AS yang dipanggil dan tidak hadiri panggilan KPK pada Selasa (10/11/2020) lalu, ternyata turut pula Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) Kharuddin Syah diperiksa pada Hari yang sama. Setelah diperiksa KPK, Bupati Labura langsung dilakukan penahanan dan dikenakan rompi orange. Pertanyaannya apakah jika Zul AS hadir saat pemeriksaan itu, beliau turut juga ditahan dan kenakan rompi orange, tentu pihak KPK yang tahu.

Menarik ditunggu, panggilan penyidik KPK Selasa 17 November 2020 nanti seperti yang disampaikan Ali Fikri merupakan panggilan terakhir, karena ucapan Ketua KPK Firli Bahuri akan menahan Bupati dan Walikota sebagai sebuah sinyal. Jika dikaitkan ucapan itu ada kemiripan dengan kejadian yang dialami Bupati Labura setelah diperiksa langsung ditahan, Zul AS berhalangan hadir, seandainya hadir saat panggilan itu apakah turut ditahan.

Jelasnya “Selasa 17 November 2020 KPK panggil ulang Zul AS, mari sama-sama kita tunggu apa yang dilakukan KPK, apakah setelah diperiksa langsung ditahan atau sebaliknya. Namun saya menduga Zul AS ditahan dan setelah itu berharap KPK periksa yang lain, karena mustahil hanya pelaku tunggal. Siapa saja diduga ikut terlibat dalam dugaan pusaran Korupsi itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena semua orang sama dimata hukum”. ungkap warga bernama David, ketika ngopi bersama awak media Kamis sore (12/11/2020)

Seperti diketahui, pada 03 Mei 2019 KPK telah menetapkan Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) sebagai tersangka dalam 2 perkara, pertama adalah dugaan pemberian suap atau memberi Gratifikasi sebesar Rp 550 Juta kepada Yaya Purnomo, kedua dugaan menerima Gratifikasi Rp 50 Juta dan fasilitas Hotel di Jakarta. Untuk saat ini baru Zul AS seorang menjadi tersangka, namun saksi yang telah diperiksa banyak, apakah diantara saksi yang diperiksa KPK akan timbul tersangka baru, waktu yang bisa menjawab.***(RPC)



Penulis : Zainal Arifin
: Hendri. D
Editor : Didin Marican

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed