oleh

KPK Seharusnya Ungkap Oknum Pemberi Gratifikasi Zulkifli AS

Riauperistiwa.com Dumai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Wali Kota Dumai Zulkifli AS. Pemeriksaan dilakukan atas statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada mantan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo dan dugaan menerima gratifikasi.

“Sudah diperiksa Jumat (05/07) kemarin, pemeriksaan awal atas statusnya sebagai tersangka. “ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi awak media Senin (08/07). “Pemeriksaan terhadap orang nomor satu Dumai itu, terkait tugas dan wewenangnya dalam jabatannya sebagai Wali Kota Dumai, selain itu penyidik KPK juga meminta laporan harta kekayaannya.” terang Febri.

Ditambahkannya, pemeriksaan terhadap Zulkifli atas statusnya sebagai tersangka masih terus berlanjut. Untuk jadwalnya akan di sampaikan ke media jika yang bersangkutan hadir dalam pemanggilan. Nanti masih ada pemeriksaan ulang lagi dan akan di infokan,” tambahnya.

Sebagaimana di ketahui Zulkifli AS diduga memberikan uang sebanyak Rp 550 juta kepada Yaya Purnomo Pejabat Eselon lV pada Kementerian Keuangan, untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, APBN – P tahun 2017 dan APBN tahun 2018. Sedangkan perkara gratifikasinya, Wali Kota Dumai diduga menerima uang sebesar Rp 50 juta dan fasilitas hotel di Jakarta.

Namun sampai sekarang siapa pemberi gratifikasi kepada Zul AS belum pernah di ungkap ke publik, semestinya Lembaga Anti Rasuah itu membeberkan identitasnya dan apa motifnya memberikan uang sebanyak Rp 50 juta serta fasilitas hotel untuk orang nomor satu Dumai itu.

Seperti keinginan seorang warga Dumai, Yodi (49) kepada media Selasa, (09/07/2019) di salah satu warung soto medan Mbak Atiek.” Bang KPK semestinya ungkap ke publik siapa pemberi gratifikasi itu dan apa maksudnya.” sebut Yogi sembari menghirup kopi aceh.***

Penulis : Iwan Fk/Rudi K

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed