oleh

KPK Kembali Periksa Wali Kota Dumai Sebagai Tersangka Suap Pengurusan Anggaran

Riauperistiwa.com Jakarta  Wali Kota Dumai, Zulkifli AS kembali dipanggil dan diperiksa (KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi. Zul ‎AS akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Intensif Daerah (DID) untuk Kota Dumai. “Zul AS Wali Kota Dumai periode tahun 2016-2021 diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah Jumat (04/10/2019) di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Selain pemeriksaan terhadap Wali Kota Dumai Zul AS, KPK juga memanggil sejumlah saksi yang ada kaitannya dalam perkara ini. Empat saksi yang dipanggil KPK hari ini yakni, Tugiyat Gatot Kartorejo seorang guru, Kasubbag Perencanaan Dinas PUPR Kota Dumai Vera Chinthiana, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Sya’ari serta anggota Pokja Kota Dumai Richie Kurniawan. “Keempatnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Zul AS,” ucap Febri.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Zulkifli AS sebagai tersangka, dijerat pasal suap dan gratifikasi. Pada perkara pertama, Zulkifli AS diduga telah menyuap pejabat Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo dan sebesar Rp 550 juta. Suap diduga terkait pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai. Penetapan tersangka terhadap Zulkifli ini merupakan pengembangan dari perkara suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Dalam perkara itu, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka yakni Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, perantara suap Eka Kamaluddin, Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Yaya Purnomo, serta kontraktor Ahmad Ghiast. Keempatnya telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli AS diduga menerima ‎gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Zulkifli AS sendiri belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka. Apakah pemeriksaan ini menjadi yang terakhir, selanjutnya akan di lakukan penahanan, hanya KPK yang tahu.***(RPC)

Sumber : Okezone

Editor : lwan Fk

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed