oleh

KPK Harus Berikan Perhatian Penuh Calon Sekda Dumai Mendatang

Riauperistiwa.com Dumai Pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Dumai menjadi nyinyiran warganet atau netizen di dunia maya. Karena mereka beranggapan calon kuat yang kelak akan terpilih bukan karena kualitas dan kuantitas akan tetapi lebih kepada faktor kedekatan semata.

Parahnya calon kuat yang satu ini telah beberapa kali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkaitan dengan kasus korupsi pejabat Kemenkeu Yaya Purrnomo. Bahkan Kepala Bagian (Kabid) pada Dinas yang di pimpinnya juga ikut terpanggil oleh lembaga pembasmi koruptor tersebut.

Sampai sekarang memang baru Zulkifli AS saja yang menjadi tersangka, namun tidak menutup kemungkinan nama – nama yang santer pernah di panggil KPK ikuti jejak Walikota dengan menjadi tersangka juga, apalagi aktor pemberi suap Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel belum di ungkap ke publik.

Irfan (54) Ketua Kesatuan Pelaut Riau (KPR) Kota Dumai, kepada Riauperistiwa.com Minggu, 28 Juli 2019″ Hendaknya Sekda yang terpilih kelak mempunyai rekan jejak yang bersih, jujur dan yang terpenting jangan sampai di tangkap KPK dan penunjukan haruslah untuk kepentingan masyarakat Dumai.” ungkapnya.

Jka dipilih juga kelak sebagai Sekda tentunya amat sangat disayangkan, memang KPK belum ada merilis status yang bersangkutan. Namun semestinya harus di jadikan bahan pertimbangan, karena masih segar dalam ingatan kita Sekda terdahulu M. Nasir menjadi pesakitan oleh KPK, jangan sampai terulang kembali.

Ibarat pepatah tak mungkin pisang berbuah dua kali atau hanya keledai terperosok di lubang yang sama, jika ini terjadi  sungguh sebuah kekeliruan fatal. Pastinya menciderai amanah yang diberikan oleh rakyat dan calon ini juga hanya baru sekali menjabat sebagai Kadis atau pejabat eselon dua, padahal semestinya minimal menjabat dua kali.

Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia DPC – PWRI Kota Dumai Feri Windria pada hari yang sama” Berharap Gubernur tidak memilih calon tersebut,

jangan terulang kembali seperti Sekda sebelumnya yang lebih banyak mengurus kepentingan proses hukum yang melibatkan dirinya sebagai tersangka daripada mengurus rakyat, ujung – ujungnya rakyat yang di rugikan.” cetusnya.(RPC)

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed