oleh

KEMMAK Mendesak Walikota Dumai Dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Mencabut Surat Edaran Yang Terlanjur Terbit

Dumai (Riauperistiwa.com) – Ramai diberitakan sebelumnya (KEMMAK) atau Koalisi Mahasiswa Dumai Anti Korupsi mempertanyakan dibukanya kembali arena hiburan, terutama Karaoke dan Gelanggang Permainan (Gelper), padahal Dumai masih tatus zona kuning. Karenanya KEMMAK melakukan Hearing bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Dumai terkait tindak lanjut kisruhnya Regulasi tempat hiburan dibuka kembali.

Sehubungan dengan telah dilakukannya audiensi dan hearing ke tim gugus tugas pada Senin dan Selasa 22/23 Juni 2020 terkait surat edaran Walikota Dumai nomor 04 tahun 2020 tentang Pemberlakuan Protokol Kesehatan di Sektor Jasa Hiburan dan Layanan Kesehatan Tradisional (dibukanya kembali operasional tempat hiburan Karaoke dan Gelper).

Melalui koordinatornya Wahyu Ari Septian Selasa sore (23/06/2020) KEMMAK mendesak Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Dumai untuk “MENCABUT” kembali Surat Edaran Nomor 04 tahun 2020 tersebu. Karena setelah melakukan kajian panjang secara integral mereka menyimpulkan, bahwa landasan pembuatan Surat Edaran tersebut terkesan di paksakan sehingga terkandung cacat hukum, adapun dasar pemikiran adalah sebagai berikut:

  1. Tidak melibatkan Dinas terkait, bahkan pihak Dinas Pariwisata sebagai yang bertanggungjawab atas terbitnya Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) serta pengawasan tempat hiburan mengatakan kepada perwakilan KEMMAK kemarin, belum ada secara tertulis dan sosialisasi tentang dibukanya tempat hiburan tersebut.
  2. Tidak adanya Protap dan SOP secara tertib Administrasi yang dilakukan oleh Pemko Dumai melalui Tim Gugus Tugas dalam proses pembuatan surat.
  3. Tidak adanya kajian-kajian tentang kesehatan secara mendalam/spesifik. sesuai Dasar Hukum disurat Edaran tersebut, KEPRES RI No 11 Tahun 2020 dan KEPMENKES.
  4. Tidak adanya kajian pertimbangan yang matang secara konstruktif.
  5. Tidak adanya sosialisasi kepada pelaku usaha, sesuai dengan Dasar Hukum di Surat Edaran tersebut yakni keputusan Walikota Dumai No 390/DINKES/2020 tentang pemberlakuan protokol kesehatan.
  6. Pelaku usaha tempat hiburan tidak menandatangani surat pernyataan yang diajukan oleh Tim Gugus Tugas.
  7. Kontradiksi antara Izin Usaha Gelper dan Surat Edaran, payung hukumnya sudah tidak jelas.
  8. Angka pasien status Positive yang bertambah dan menginjak sampai 3 orang saat ini, dan dengan status PDP 6 orang.
  9. Dan masih banyak lagi point-point yang akan kita utarakan besok hari dihadapan Ketua Tim Gugus Tugas.

“Apa yang dimaksud dengan payung hukum di point 7 ,bahwa sudah bukan menjadi rahasia umum izin usaha tersebut dikemas dengan nama “Gelanggang Permainan Anak”, nah, sedangkan disurat edaran tersebut yang dibolehkan hanya yang sudah berumur 17 tahun ke atas,laah ada apa. ? Ujar Wahyu dengan nada tanya

“Itu sudah kategori dewasa, sedangkan izinnya sudah ada dan itu untuk permainan anak-anak loh, Hmmm … atau jangan jangan Pemko Dumai sendiri dari awal sudah tahu, bahwa Gelper bukan dipergunakan atau diperuntukkan buat anak-anak, “Cacat hukum” itu baru salah satunya”.

“Simpel saja sesuai analisa kita bahwa tidak adanya landasan yang kuat terkait dikeluarkannya surat edaran Nomor 4 tahun 2020 ini, maka kita dari KEMMAK meminta dan mendesak kepada Gugus Tugas untuk mencabut surat edaran tersebut kembali, serta menutup seluruh tempat hiburan, seperti karaoke dan Gelper yang telah buka dan beroperasi”.

Andi Qadri yang juga salah satu koordinator KEMMAK waktu yang sama menegaskan “Pemerintah harus lebih fokus dan mementingkan protokol kesehatan terkait Pandemi, terlebih pasien yang positif di Kota Dumai meningkat sudah 3 orang, dan PDP 6 orang. Kita akan tunggu tindak lanjut dari Tim Gugus Tugas terkait tuntutan kita tersebut, dan surat dari KEMMAK kepada Ketua Gugus Tugas untuk permintaan pencabutan Surat Edaran Nomor 04 tahun 2020”. ungkapnya.

“Mudah-mudahann besok hari kita sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Pemko/ Tim Gugus tugas demi keberlangsungan kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak. Jika tidak terlaksana sesuai dengan apa yang kita harapkan, berarti membungkam saran dan solusi dari mahasiswa sebagai “Agent Of Control Social” tentunya kita akan melakukan pekerjaan yang semestinya seperti apa yang akan dilakukan oleh Seluruh Mahasiswa Indonesia. Setia digaris Massa, Mendidik Rakyat dengan Pergerakan, Mendidik Penguasa dengan Perlawanan, Salam Pergerakan, Panjang Umur Perjuangan, Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, KEMMAK bersama Rakyat”. Ujar Massa KEMMAK meneriakkan slogan mereka.***(RPC)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed