oleh

Ikut Pileg Tapi Pengurus BNK Kampar Ini Masih Aktif

Riauperistiwa.com, – Badan Pengawas Pemilu Kampar mengemukakan ada tiga pengurus Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar yang ikut Pemilihan Legislatif 2019. Namun status mereka sebagai masih pengurus BNK dan Caleg.‎

Meski sudah ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT), namun masih aktif di BNK. Idealnya, seseorang pengurus di lembaga yang dibiayai negara atau daerah harus mengajukan pengunduran diri dan buktinya diserahkan ke KPU sebelum penetapan DCT.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah menyebutkan, BNK termasuk lembaga non-pemerintah yang dibiayai negara. “Informasinya ada tiga orang pengurus BNK yang ikut Pileg,” katanya setelah meminta klarifikasi dari Ketua Pelaksana Harian BNK Kampar, Fauzan Domo.

Keesokan harinya, seorang pengurus BNK, Syafriadi yang menjabat sebagai Staf Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan tampil sebagai pembicara di Balai Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar. Acara itu dikemas berbentuk Focus Group Discussion (FGD). Bertajuk, “Peran Masyarakat dalam Rangka Penanggulangan Penyalahgunaan Bahaya Narkoba dan Penyakit Masyarakat”.

Syafriadi adalah Calon Legislatif PPP untuk DPRD Kampar dari Daerah Pemilihan Kampar IV. Meliputi Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Kampa dan Tambang. Dalam acara itu, ia mengenakan baju kaos berkerah yang ada lambang BNK.

Syawir Abdullah yang dikonfirmasi terkait hal ini, mengaku belum tahu apakah Syafriadi sudah resmi berhenti dari BNK atau masih aktif. Ini berkaitan dengan pengesahan pemberhentiannya melalui Keputusan Bupati yang sebelumnya mengangkat pengurus BNK.

“Berarti yang bersangkutan masih aktif. Soal ranah pengesahan pemberhentian, bukan kewenangan Bawaslu,” ujar Syawir, Minggu (30/9). Ia mengarahkan informasi seputar pengunduran diri pengurus BNK ditanyakan kepada KPU.

Syawir tidak mempersoalkan kehadiran Syafriadi sebagai pembicara. Selama materi yang disampaikan tidak mengandung kampanye. Sebelumnya, kata Syawir, Bawaslu baru meminta klarifikasi dari Fauzan Domo. Menurut dia, Fauzan sudah memperlihatkan surat pengunduran dirinya. Namun pemberhentiannya belum disahkan oleh SK Bupati.

Sedangkan mengenai Syafriadi dan pengurus BNK yang ikut Pileg, Bawaslu belum melihat berkasnya. Syawir mengatakan, Bawaslu bahkan tidak tahu apakah Syafriadi termasuk tiga orang pengurus BNK yang dikabarkan menjadi Caleg. Artinya, Bawaslu belum tahu jumlah anggota BNK yang maju Pileg.

Nando / RP

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed