oleh

Hasil Tes Urin Seluruh Pegawai Dinas Kesehatan Kampar

Riauperistiwa.com, – Diskes Kabupaten Kampar maupun Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar belum dapat mempublikasikan Hasil Tes Urin seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kampar.

Kepala Diskes Kampar, Nurbit masih belum dapat mengumumkan hasil tes urin, apakah ada pegawai yang positif mengkonsumsi zat terlarang atau tidak. Ia masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan BNK Kampar Catur Sugeng Susanto yang juga Wakil Bupati Kampar serta Bupati sebagai pimpinan.

Sempat tersiar kabar kalau ada pegawai yang urinnya mengandung zat terlarang. Namun kabar yang berhembus dari internal BNK itu belum dapat memastikan apakah zat terlarang itu berasal dari obat penenang atau narkoba.

Sebelumnya, Nurbit mengaku yang meminta tes urin itu. Tes urin seluruh pegawai Diskes mendadak dilakukan setelah seorang ASN di Diskes berinisial AE alias Gope tertangkap memiliki Shabu, Sabtu (4/8). Gope rencananya akan dijemput paksa karena mangkir dari panggilan Sat Reskrim Polres Kampar sebagai tersangka dalam kasus penipuan proyek. Saat akan dijemput, petugas malah menemukan Shabu dari sakunya. Gope langsung dijebloskan ke balik jeruji besi tahanan Mapolres Kampar. Dan juga ada dua kasus melilit AE alias Gope, yang mana belakangan Kepala Satreskrim Polres Kampar, AKP. Fajri mengakui jika Gope termasuk salah satu saksi yang akan dimintai keterangan terkait dugaan pungutan liar dalam perekrutan Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Menurut Kepala Pelaksana Harian BNK Kampar, Fauzan menegaskan, hasil tes urin sudah diserahkan kepada Diskes. Ia dan tim dokter telah membubuhkan tanda tangan pada hasilnya untuk diserahkan ke Diskes.

“Dokter sudah teken. Termasuk saya juga yang mengetahui. Tapi coba saya cek dulu ke anggota. Apakah sudah diserahkan (ke Diskes) atau belum,” ujar Fauzan, Senin (13/8/2018) sore.

Fauzan menyatakan, hasil tes urin adalah kewenangan Diskes yang mengumumkannya. Diskes memiliki tim khusus mempelajari hasil tes urin untuk menentukan seseorang terindikasi mengkonsumsi narkoba atau tidak.

“BNK hanya bekerja sesuai SOP. Kita diminta melaksanakannya. Jadi hasilnya kita serahkan ke Diskes,” kata Fauzan. Ia tak bersedia menjawab apakah benar ada yang terindikasi, seperti kabar beredar.

nando/rp

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed