oleh

Eddy Ganefo Kembali Nahkodai KADIN Paradigma Baru “Tetap Fokus Pada Sektor UMKM”

Dumai (Riauperistiwa.com) – Satu-satunya Organisasi Profesi yang memilki Legalitas Hukum tersendiri adalah Kamar Dagang dan lndustri (KADIN) yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang KADIN. Seperti diketahui terkini KADIN terbelah menjadi dua, satu diantaranya di Nakhodai Eddy Ganefo dan beliau baru saja terpilih kembali untuk periode kedua, KADIN dengan Paradigma Baru, yang lebih berorientasi kepada Segmen Ekonomi menengah kebawah, tepatnya UMKM.

Terbelahnya KADIN, sebahagian pihak menilai tidak menjadi pokok permasalahan karena masing-masing mempunyai program prioritas berbeda. Terutama KADIN versi Eddy Ganefo cenderung memperhatikan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), apalagi ditengah Pandemi Covid-19. Sektor usaha paling terdampak, karenanya suatu pilihan tepat apabila KADIN Eddy Ganefo memprioritaskan dan membangkitkan serta menumbuhkembangkan UMKM disituasi sekarang, sejalan dengan Motto UMKM Naik Kelas.

Acungan jempol layak diberikan kepada Bapak Eddy Ganefo, maka sepantasnya beliau didapuk kembali memegang jabatan yang sama lima tahun kedepan. Tidak perlu pesimis meski KADIN berbelah dua, di butuhkan sikap optimis dengan membuat suatu terobosan bagaimana sektor UMKM bisa bertahan pada situasi sulit. Bahkan sebisa mungkin semakin berkembang, dan disinilah KADIN versi Eddy Ganefo menunjukkan kepada semua pihak, tidak ada sebenarnya polemik terjadi, yang ada hanyalah bagaimana berperan aktif untuk sama membangun Negeri.

Terpilihnya Eddy Ganefo selayaknya menjadi momen terbaik kembali, karena tinggal melanjutkan kembali program terdahulu. serta menyelaraskan dengan situasi dan kondisi terkini. Jelasnya KADIN kota Dumai dibawah komando Jek Hermanto dan seluruh jajaran mengucapkan Selamat kepada Bapak Eddy Ganefo untuk menahkodai kembali KADIN lima tahun kedepan, semoga semakin lebih baik, dan KADIN Dumai siap mendukung danmenyelaraskan dengan program KADIN Pusat sesuai Motto Tabah, Jujur dan Setia.

Mengutip sebahagian catatan Munas KADIN oleh M. Mufti Mubarok (3M) Direktur lnstitute Development and Economic (IDE) “Satu Kapal Dua Nakhoda” jika rekonsiliasi sulit terjadi keduanya sama-sama bisa berjalan. KADIN Paradigma Baru Ketum nya Eddy Ganefo (Egan) mempunyai segmen yang berbeda yaitu segmen Pro Rakyat, Proletan (UMKM) dan Milenial. Tetap merujuk UU No 1/tahun 1987 tentang KADIN dan Kepres No 17 tahun 2010 tentang AD dan ART KADIN.

Masih menurut 3M “Efektifitas dan efisiensi menjadi pertimbangan utama, apakah keberadaan KADIN juga dapat bernasib sama jika tidak segera membenahi diri ? Sebenarnya banyak yang bisa dikerjakan oleh 1 Kadin, 2 Kadin atau lebih dari 2 Kadin untuk penanganan dan pemulihan ekonomi saat pandemi ini. Jangan hanya memikirkan ego elite kekuasaan, saling berebut jatah ekonomi pemerintah saja, tapi KADIN perlu mandiri berontribusi buat perekonomian nasional. Memang KADIN bukan Lembaga Negara tapi KADIN adalah mitra pemerintah. namum karena keberadaannya adalah produk Undang Undang maka KADIN mestinya bisa berbuat banyak menjadi mitra strategis pemerintah pada sektor swasta”.

“Di banyak Negara Keberadaan KADIN tidak hanya satu, di Jepang misalnya ada dua KADIN, di Jerman juga lebih dari satu KADIN, di Malaysia ada 4 KADIN, di Brunei bahkan ada 6 KADIN serta hampir semua negara di dunia banyak sekali semacam KADIN dan jumlahnya lebih banyak. KADIN ditengah pandemi ini perlu mempertegas legitimasi dan eksistensi secara nasional dan internasional. Meski ada dua pilihan rekonsiliasi atau bekerja sama dengan satu kepala dua badan/sama sama diakui, yang jelas sementara ini masing-masing KADIN berbuat dan bertujuan membantu Pemerintah memulihkan Ekonomi Nasional”. catatan 3M dirangkum kembali.***(RPC)



Oleh : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed