oleh

DUMAI DI GUYUR HUJAN BEBERAPA SAAT KABUT ASAP SEMENTARA WAKTU MENGHILANG

Riauperistiwa.com Dumai Kabut asap tebal beberapa hari terakhir terlihat menyelimuti ruang udara Kota Dumai, sehingga jarak pandang sangat terbatas, akan tetapi hujan intensitas sedang dalam beberapa jam terjadi tepatnya Jum’at malam, (29/03/19) mengakibatkan keesokannya asap tebal menghilang.

Meski hanya beberapa saat hujan turun namun asap terlihat menghilang, walaupun diyakini hanya bersifat sementara karena hujan tersebut tidak akan sanggup padamkan api secara keseluruhan namun patut untuk disyukuri.

Sulit terpadamnya api dikarenakan sebahagian besar lahan perkebunan atau kawasan hutan terbakar adalah tanah berkontur gambut, yangmana apabila terbakar api tidak terlihat pada permukaan tanah akan tetapi jauh beberapa meter di kedalaman.

Seorang IRT  bernama Rika ketika ditemui oleh awak media RPC berkata  ” Syukurlah kemarin malam hujan turun, agak berkurang juga kabut asap kalau tidak kasihan anak anak karena sudah mulai terserang batuk dan Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)” dan ia berharap semoga  hujan akan kembali, agar api benar benar padam.

Sebagaimana diketahui wilayah Riau terutama Kab.Bengkalis, Kab.Rokan Hilir dan Kota Dumai acap dilanda kebakaran lahan perkebunan dan kawasan hutan.

Persoalan ini selalu terulang, semua upaya rasanya telah dilakukan oleh pihak berkompeten namun tidak membuahkan hasil maksimal. Bahkan para pelaku telah banyak tertangkap sampai saat ini telah 13 orang perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan, hukuman beratpun menanti

Meski banyak pelaku tertangkap dan hukuman berat menanti jika pola pikir masyarakat atau korporasi tidak berubah, dengan membuka lahan pertanian cara membakar maka kejadian akan terus terulang dan tersangka barupun akan bermunculan begitulah terus menerus sehingga menjadi agenda rutin.***(Za)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed