oleh

DJKN Batalkan, Lelang Barang Bukti Hasil Kejahatan, Kejaksaan Negeri Kelas 1 Dumai

Selasa, (27/08/2019) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai, melalui Kantor Perbendaharaan  Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Akan melelang barang bukti tindak kejahatan yang telah berkekuatan hukum tetap, namun lelang di batalkan karena ada laporan ke Call Center DJKN melalui No 02129853600.

Laporan dibuat calon perserta lelang yang minta tidak di tulis namanya, Selasa Pagi, (29/08) meski telah melakukan penyetoran namun sampai saat lelang akan di mulai belum juga di proses.  Dugaannya ada unsur sengaja, alibi itu diperkuat pengumuman di Website KPKNL, setiap saat ia selalu memantau namun baru terlihat ada pengumuman lelang beberapa saat sebelum pendaptaran ditutup.

Masih menurutya, harga barang yang akan dilelang sangat tidak masuk akal dan jauh dari harga  sewaktu ikut lelang sebelumnya. Bayangkan satu Unit Mobil Truck Tangki, Merk Mitsubishi Nopol BM 9185 FM Kapasitas 20 ton di hargai Rp 7.000.000.

Satu Unit Mobil Toyota New Avanza Warna Putih, Nopol BM 1045 ED, seharga Rp 8.000.000. Satu Unit Mobil Merk Mitsubishi, L 300 BM 9151 RF di hargai Rp 6.500.000. Sememangnya mobil-mobil tersebut tanpa dilengkapi BPKB dan juga STNK, namun bagaimanapun harga yang ditawarkan tetap diluar batas kewajaran.

Mobil Toyota New Avanza,  Barang Bukti Kejahatan
Mobil Toyota New Avanza, Barang Bukti Kejahatan

Sepeda Motor rata-rata dihargai Rp 250.000 s/d Rp 350.000, dan 75 Bal Tekstil Rp 750.000, serta 75 Gulung Tekstil Rp 1.125.000, seterusnya Satu Unit Speed Boat Ocean Vlll dengan Mesin Merk Yamaha Rp 12.500.000, terakhir Satu Unit KM. Bersaudara, Mesin Mitsubishi 40 RS seharga Rp 1.500.000.

Terkait harga yang sangat murah media menjumpai Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan, Zulkarnain Kamis (29/08) untuk klarifikasi terkait penetapan harga yang di duga tidak wajar. Namun setelah dua hari meminta sistim dan metode untuk menilai harga, namun tidak ada jawaban, malahan terkesan buang badan seakan-akan ada sesuatu yang ditutupi. Tentu sikap Kadis Perdagangan layak untuk di petanyakan, semestinya ia ikut bertanggung jawab, bukan malah sebaliknya menyalahkan bawahan.

Esoknya media menghubungi Pegawai Dishub Pendi, selama ini beliau sebagai tenaga teknis untuk melakukan penilaian, melalui HP ia menyatakan” Saya hanya menilai teknisnya saja, kalau untuk masalah penetapan harga tanyakan langsung ke Dinas Perdagangan”. ujarnya.

Selanjutnya media bertanya, apakah hasil penilaian secara teknis, mobil tersebut di nilai sebagai scrab (besi tua) atau kondisi rusak berat, ia lantas menjawab” Tidak scrab Bang, dan kondisi layak pakai cuma tidak ada BPKB dan STNK, karena kondisi masih bagus. Persentase untuk kondisi kendaraan di atas 10 % artinya kendaraan masih layak di pergunakan. ” Kuat dugaan barang barang-barang lelang tersebut sudah ada yang mengkondisikan, namun itu hanya sebatas dugaan saja, biarlah rekan-rekan media menelusuri.” ungkapnya.

Guna memastikan lelang benar-benar batal, media menemui Kasi Pelelangan KPKNL Dumai, Dimas ketika dikonfirmasi Kamis Siang (29/08/19)” Lelangnya memang batal dan xang membatalkan dari DJKN, seterusnya ia menerangkan KPKNL hanya sebatas tempat dan proses lelang, yang menentukan harga pemohon lelang. Awak media, selalu mengikuti lelang berharap kepada Dimas agar memberi akses kepada siapa saja untuk mengikuti lelang dan jangan ada indikasi untuk menutup-nutupi media selalu mengawasi.**

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed