oleh

Dinas KLH Dumai, Semestinya Bertindak Terkait Pemberitaan Infestigasi.com” Pertamina RU II di Duga Timbun Limbah B3 di Area X “

Riauperistiwa.com Dumai Rilisan berita Infestigasi.com Selasa, 30 Juli 2019 dengan judul “Pertamina RU II di Duga Timbun Limbah B3 di Area X” membuat sebahagian besar warga kaget dan terperangah.

Kenapa tidak, seyogjanya jika pemberitaan tersebut benar adanya tentu akan menjadi persoalan serius dan menarik semua pihak untuk berkomentar dan jika perlu ikut bertindak sesuai dengan kapasitasnya.

Berikut ini kutipan lengkap berita tersebut “Penimbunan limbah B3 PT. Pertamina UP II sekarang RU II sejak puluhan tahun lalu di timbun di area X (sepuluh) dalam kilang. Segala jenis benda dan zat kimia sisa pemakaian dari pengolahan minyak atau kadaluarsa di buang dan di timbun di belakang kilang di hamparan tanah kosong berdiameter 50 meter dengan kedalaman 100 meter yang di sebut area 10.

Hal ini di ketahui pada tahun 1992 – 1994 ketika penulis bekerja sebagai mandor  kontraktor pekerjaan rutin Good House Keeping (GHK) B, di bawah pengawasan Fire Safety / Lindungan Lingkungan atau di singkat FS/LL. Saat itu ada 5 GHK, dari A sampai E, sementara area kerja GHK B dari depan Kilang Kantor Hyperkes hingga di belakang kawasan tumpukan coke.

Menurut pembicara dari FS / LL Pertamina Pusat ketika itu saat melakukan penyuluhan tentang FS / LL di Diklat Pertamina RU II Jalan Sultan Syarif Kasim pada tahun 1993 kepada seluruh mandor di bawah pengawasan FS / LL. Pembicara yang tidak di ketahui namanya, menyebutkan bahwa limbah B3 yang di tanam Area X jangan sampai di ketahui warga sekitar, karena limbah B3 tersebut yang di timbun dalam tanah mendekati pinggir laut,  beberapa puluh tahun kemudian akan meresap di bawah permukaan tanah dan akan mengurai zat kimia bercampur air serta akan meresap.”

Kalau hal ini sampai di ketahui warga, mereka akan menuntut perusahaan, dan di khawatirkan warga akan menuntut pembebasan atau ganti rugi tanah”, ujarnya kala itu.Di duga, saat ini limbah B3 Pertamina RU II di area X masih tertimbun, namun gundukan limbah B3 telah di timbun dengan tanah dan tidak tampak secara kasat mata. Apalagi di sekitar kawasan area X ini telah berdiri tegak Tanki Timbun BBM raksasa untuk menampung Minyak mentah atau Crude Oil.

Konfirmasi yang di ajukan kepada Manager HSSE Pertamina RU II Dumai yang membawahi FS / LL via pesan singkat, Seno Haryono, Selasa, 30 juli 2019 terkait dugaan penimbunan limbah B3 di area X, Seno menjawab singkat” Tidak ada penimbunan.” Setelah di jawab keterangan Seno bahwa penulis melihat langsung ada penimbunan limbah B3, di mana pada tahun 1992 – 1994 menjadi mandor GHK B di bawah pengawasan FS / LL, Seno tidak berkomentar.

Sebaliknya Jawaban berbeda di peroleh dari Manager Communication and Relation  (Comrel) Muslim Darmawan ketika di konfirmasi Kamis, 24 Januari 2019, namun karena sakit di Semarang dan baru di jawab konfirmasi pada Selasa, 28 Mei 2019 yang mengatakan,” Masalah itu sudah di audit oleh KLH Pusat kita sedang tunggu hasilnya”, ujar Muslim.

Demikian kutipan berita Infestigasi.com dan ketika di konfirmasi langsung Kamis, 01 Juli 2019, terkait berita tersebut Ricky mengiyakan” Benar, karena waktu itu saya sebagai pekerja, jadi saya tahu persis kejadian dan fakta di lapangan.” ujarnya singkat.

Jika hal ini benar adanya, maka di harapkan kepada lnstansi terkait untuk mengambil sikap, terutama Dinas KLH Dumai dan jika perlu Kementerian KLH turun tangan untuk segera bersikap dan bertindak, karena ini menjadi persoalan serius.***

Sumber : Ricky / Infestigasi.com

Penulis : Zainal Arifin

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed