oleh

Diharapkan BUMD PT PDB Menjadi Penopang PAD Terbesar Karena ltu Butuh Pemimpin Yang Tepat Bukan ”Dekat”

Dumai (Riauperistiwa.com) – Jika ada menyebut Mutiara Timur Pantai Sumatera, tidak lain dan tidak bukan berarti mereka membicarakan Dumai. Ya, sebuah Kota Pesisir yang memiliki garis pantai terbentang sepanjang lebih kurang 78 km. Hebatnya lagi pantai-pantai tersebut karena faktor alam dan letaknya strategis, semuanya bisa dijadikan kawasan Kepelabuhan yang secara otomatis bisa menjadi sumber Ekonomi Daerah.

Sebuah maha karya dan anugerah sang Pencipta yang tiada tara, terpulang kepada Masyarakat dan Pemimpin sekarang untuk memanfaatkan demi kemaslhatan bersama. Jangan seperti yang sudah, karena potensinya sangat luar biasa, Dumai sebenarnya dipersiapkan menjadi penopang Perekonomian Nasional. Hal itu dibuktikan dengan dijadikannya Dumai sebagai Kota Madya dengan segala kekurangan saat itu, terutama persyaratan jumlah Penduduknya.

Biarlah, itu masa lalu dan sudahpun menjadi bagian sejarah, pemikiran sekarang bagaimana menyikapi dan memanfaatkan potensi yang ada. Disinilah kaitannya dengan agenda Walikota Dumai Paisal SKM. MARS. Seperti diketahui Pemerintah Kota (Pemko) Dumai sudah membuka seleksi Jabatan Direksi dan Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Dumai Berseri (PDB).

Harapan, tentu siapapun terpilih kelak mempunyai kapasitas serta kapabilitas mumpuni menerajui salah satu BUMD milik Daerah tersebut. Bukan rahasia lagi beberapa tahun terakhir BUMD PT PDB tidak terdengar sepak terjangnya dalam mengarap potensi dan peluang di sektor Kelautan. Malahan prestasi dapat dikatakan minim, tertimpa oleh hiruk-pikuk yang membuat kita bertanya apa sebenarnya terjadi di Perusahaan Daerah, yang sebenarnya diharapkan sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Agar BUMD PT PDB kedepan lebih baik, seperti di utarakan David Jumat (19/03/2020) kepada awak media. Perubahan kongkret dan nyata sangat diharapkan kepada Tim Seleksi (Timsel) dalam penyaringan benar-benar selektif dan mengesampingkan segala hal yang tidak ada kaitan. Kita ingin PDB mendapatkan pemimpin yang tepat dan kompeten, karena diharapkan bisa meraup PAD sebesar-besarnya.

“Perubahan nyata sangat dibutuhkan, salah satu faktornya bisa terjadi kalau BUMD PT PDB dipimpin orang yang tepat, maaf bukan bermaksud mendiskreditkan siapapun kita hanya berharap timsel dalam melakukan penyaringan sangat selektif dan harus mengutamakan kepentingan Daerah bukan pribadi apalagi golongan. Harapnya tentu PDB sebagai salah satu penopang PAD terbesar, dengan segala usaha digeluti bukan berita miring serta hiruk-pikuk dan sumber masalah lain seperti terjadi selama ini”. ungkapnya tersenyum, tanpa menjelaskan masalah lain itu apa.

“Kita yakin Walikota Dumai sekarang, Paisal sudah mendeteksi apa yang terjadi dengan segala pokok persoalan, dan sepertinya beliau punya ramuan jitu untuk menyehatkan BUMD PT PDB yang terlihat kronis. Semoga apa yang menjadi harapan agar PDB lebih baik didengar beliau, dan yang di utarakan ini wujud kepedulian terhadap kepentingan Daerah, tak ada maksud lain apalagi menyudutkan pihak tertentu, murni sebagai sosial kontrol”.

“PDB butuh pemimpin yang tepat bukan yang dekat, Pak Wali harus jeli, ada lagi harapan selain mencari Direktur baru yang bisa membawa PT PDB lebih baik, hendaknya Walikota memperhatikan juga Struktur sekarang. Karena terkesan “Obesitas” dan disinyalir rekruitmen karyawan selama ini bukan berdasarkan kebutuhan, tetapi lebih pada “penitipan” karena tidak heran banyak tudingan miring didapat ketimbang prestasi yang mencuat ke permukaan dan tentunya memberatkan keuangan perusahaan Daerah tersebut”. tutup pria berkaca mata tersebut.

Terkait berita akan dirilis, awak media mencoba menghubungi Nurul Amin selaku Direktur PT PDB melalui pesan WhatsAap untuk minta tanggapan. Seputar hal-hal berkaitan dengan perusahaan Daerah yang dipimpinnya. Apakah beliau ikut mencalon kembali, seandainya iya, apa kiat dan upaya dibuat agar Pansel dan Walikota sekarang berkenan memilihnya kembali sebagai Direktur.


Namun, sampai berita ini disiarkan, ia enggan untuk menjawabnya.



Pewarta : Didin Marican/Zainal Arifin
Editor : Didin Marican

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed