oleh

Diduga, Direktur BUMD Dumai Ancam Anggotanya

Dumai (Riauperistiwa.com) – Ternyata masih ada atasan suatu perusahaan yg di duga sanggup melakukan tindakan pengancaman terhadap bawahannya dengan berpesan kepada seseorang untuk menghabisi bawahan nya tersebut. Pesan untuk melakukan apa saja terhadap bawahannya tersebut di alami Ramzi yg menjabat sebagai humas BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri.

Berawal dari informasi yg di dapatkan Ramzi Humas BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri dari SM yg mana pada sekitar pukul 07:00 wib Selasa 02 Maret 2021 di areal operasional kerja Terminal Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan Dumai. Yang mana SM mengatakan bahwa dirinya di suruh oleh NA Direktur BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri untuk melakukan apa saja kepada Ramzi.

Merasa kaget dengan apa yg di utarakan oleh SM maka pada pukul 07:13 wib Ramzi melakukan poto bersama dan langsung mengirimkan poto tersebut kepada NA melalui chatt Whatsapp (WA). Kemudian Ramzi mengajak SM duduk di kantin yg berada di areal Terminal Pelabuhan Domestik Bandar Sri Junjungan untuk mengetahui lebih jauh apa saja yg di sampaikan NA kepada SM.

Pada pukul 10:51 wib setelah Ramzi mendengar semua kata yg di sampaikan SM maka Ramzi mencoba menghubungi NA melalui WA untuk meminta penjelasan apakah benar NA akan mengatakan hal demikian kepada SM untuk melakukan apa saja terhadapnya. Dengan durasi panggilan 0:33 detik menurut Ramzi panggilan telepon nya di jawab NA di mana kata Ramzi bahwa dia ingin bicara empat mata dengan direktur. Lalu di jawab NA direktur bahwa dirinya ada pelatihan zoom dan langsung di matikan handphone nya. Ramzi kembali coba menghubungi NA pada pukul 10:52 wib namun tidak di angkat.

Kemudian Ramzi langsung menuju perkantoran BUMD PT Pelabuhan Dumai Berseri yg terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bukit Batrem Nomor 08 Kecamatan Dumai Timur. Pada pukul 11:05 Ramzi sudah berada di lantai dasar Kantor BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri dan menanyakan pada staff kantor di mana posisi NA karena Ramzi ingin bicara dengan NA. Setelah di terangkan oleh staff dan kabid yg di posisinya menanyakan bahwa NA ada di atas sedang pelatihan zoom dan jika ada pesan maka dapar di sampaikan kepadanya.

Ramzi humas BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri yg juga pemilik media online serta memiliki banyak rekan-rekan wartawan ini kemudian menghubungi rekan-rekannya agar permasalahan ini dapat di dengar atau di ketahui wartawan untuk di klarifikasi penjelasannya.

Kemudian staff menjelaskan kepada Ramzi bahwa NA tidak berada di lantai II dan kalau ada yg mau di sampaikan lewat pesan maka nanti akan di sampaikan kembali kepada NA. Kemudian Ramzi menyebut bahwa dirinya ingin bertemu NA karena minta penjelasan dan kejelasan apakah benar NA berpesan kepada seseorang untuk menemuinya dan melakukan apa saja kepada Ramzi. Kemudian Ramzi juga berpesan permasalahan gaji nya dan karyawan lainnya yg belum di keluarkan gajinya sementara beberapa kaaryawan/i lainnya sudah ada yg di keluarkan gajinya. Ramzi bermadsud agar persoalan gaji ini nanti dapat di sampaikan langsung kepada wartawan yg ingin kejelasan mengapa ada karyawan yg gaji nya di bayar dan ada yg belum.

Ramzi kembali mencoba menghubungi NA pada pukul 11:35 wib dan pukul 11:36 wib untuk memastikan lagi bahwa dirinya dapat berbicara meskipun lewat handphone. Namun karena tidak di jawab maka kemudian Ramzi dan para wartawan yg berdatangan karena tidak mendapati ada NA di kantor maka berpisah dan sebagaian menuju rumah kediaman SM untuk memastikan lagi beramai-ramai apakah benar SM di pesan oleh NA untuk mencari Ramzi dan melakukan apa saja terhadap Ramzi.

Pada sekira pukul 11:45 wib Ramzi dan 6 orang wartawan berhasil menemui SM dan di depan para wartawan SM kembali mengatakan apa yg telah di sampaikannya kepada Ramzi. Bahkan SM menunjukkan hp nya sempat di hubungi NA dalam waktu mereka melakukan percakapan tersebut. Kemudian dengan jelas SM menghubungi NA di depan Ramzi dan rekan Pers dan kembali mengatakan bahwa apa yg NA suruh kepadanya adalah pekerjaan yg haram dilakukan. Apalagi menurut SM bahwa NA terlalu banyak berjanji dan sering berbohong. Apa yg di katakan SM dalam percakapan nya dengan NA langsung di dengar oleh Ramzi dan para wartawan.

Dalam percakapan SM dengan NA ada bahasa yg keluar dari mulut NA dengan mengatakan sudah di transfer. Bahkan beberapa kali terdengar NA menyebut sudah di transfer atau mau di transfer atau tidak. NA juga mengatakan di awal ucapannya bahwa ingin bertemu dengan SM. Juga NA mengatakan tidak punya uang. Karena SM trelanjur kesal sudah selalu di bohongi maka SM langsung mematikan handphone nya. Dalam pada kesempatan tersebut ada juga nomor panggilan dari orang dekat NA yg mana awalnya mengatakan salah tekan nomor. Kemudian orang dekat NA tersebut mengatakan ingin menemui SM.

Menurut Ramzi untuk penyelesaian masalah yg di hadapinya maka dia akan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Karena itu merupakan ancaman kepadanya dan merupakan perbuatan yg tidak menyenangkan terhadap dirinya. Ramzi juga menyebutkan bahwa NA selaku direktur dalam dua pekan terakhir diduga seperti sengaja mencari kesalahannya dengan memberikan surat peringatan (SP) I. Kemudian Ramzi juga menduga ada manupulasi dan penciptaan management konflik terhadap dirinya dan beberapa karyawan/i BUMD PT. Pelabuhan Dumai berseri. Karena direktur membuat pengumuman pada Kamis tanggal 25 Februari 2021 bahwa gaji karyawan belum dapat di bayar karena masih ada tagihan mitra kerja yg belum di bayar. Anehnya pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 alih-alih direktur memberikan gaji kepada beberapa karyawan/i sementara beberapa karyawan/i lainnya sampai saat ini belum di bayar gajinya.

Ramzi berharap persoalan ini dapat di selesaikan sesuai proses dan ketentuan hukum yg berlaku. Sebagai putra daerah Dumai dirinya pun tidak mau NA sebagai pendatang baru di Kota Dumai di duga mengadu domba putra setempat dengan pesan tertentu.

Awak media mencoba untuk mengkonfirmasi kepada NA melalui sambungan telpon seluler terkait masalah ini, namun sampai berita ini diturunkan, NA belum memberi Jawa ***RPC

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed