oleh

Bupati Inhu Marah, Instruksikan Rumahkan ASN dan THL

Riauperistiwa.com, – Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto, merumahkan lebih kurang 800 orang lebih tenaga honorer yang selama ini bekerja pada dinas dan badan di lingkungan Pemkab Inhu, akibat dinilai kurang disiplin.

Keputusan di rumahkannya ratusan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Inhu tertuang dalam Instruksi Bupati Indragiri Hulu No 821/BKP2D/VIII/2018 tanggal 20 Agustus 2018, dengan pertimbangan dari penerapan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sesuai dengan Peraturan Bupati Indragiri Hulu No 8 tahun 2017 pasal 6 ayat 3 juga diterapkan kepada Tenaga Harian Lepas (THL) pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Diinstruksikan kepada OPD untuk merumahkan THL, terhitung mulai tanggal 20 Agustus 2018 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Dalam keputusan tersebut juga ditegaskan, tidak membayarkan segala bentuk penghasilan berupa gaji, honor ataupun tunjangan selama mereka dirumahkan.

Selain itu juga, Bupati mengintruksikan agar OPD memastikan seluruh pelayanan di unit kerja tetap berjalan dan menyampaikan tembusan surat keputusan OPD untuk pemberian sangsi merumahkan kepada THL tersebut kepada Bupati Inhu melalui Sekretaris Daerah.

Sekda Inhu, Hendrizal saat dikonfirmasi awak media Senin (20/8/18) membenarkan adanya instruksi untuk merumahkan nama-nama tenaga honorer atau THL yang terdaftar dalam Instruksi Bupati Inhu. “Benar ada perumahan sejumlah THL di Pemkab Inhu. Harusnya mereka taat akan aturan yang sudah diterapkan,” tegasnya.

Dijelaskan Sekda, hal tersebut dilakukan Bupati terkait minimnya disiplin PNS dan juga THL setiap harinya. Seperti misalnya diperintahkan untuk senam, mereka tidak melaksanakannya. Pada akhirnya Bupati mengambil tindakan tegas untuk merumahkan sementara para THL tersebut.

Puncak kemarahan Bupati Inhu diduga terjadi pada saat pelaksanaan senam pagi, Kamis (16/8/18) pagi. Dimana saat itu, Bupati Inhu melihat peserta senam hanya sedikit. Saat itu Bupati langsung memerintahkan agar pagar ditutup dan menyerahkan absen kepada dirinya dan tidak membenarkan adanya absen susulan lagi.

Ditambahkan Sekda Inhu, OPD juga diminta untuk menginventarisir para THL tersebut. Jika memang sangat dibutuhkan tenaganya pada OPD bersangkutan, silahkan mengajukan nama-namanya. Namun tentunya akan ada proses yang harus dijalankan oleh mereka untuk aktif kembali sebagai THL dan semuanya tergantung pada kebijakan Bupati Inhu.

“Para ASN yang juga tidak menjalankan disiplin dengan baik, juga telah diberikan sangsi dengan memutasi mereka ke kecamatan yang ada di Inhu. Ini peringatan bagi semuanya,” jelasnya.

riauterkini.com / RP

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed