oleh

Asap tidak hanya berpotensi kepada gangguan kesehatan, namun menyangkut harkat dan martabat Bangsa, karenanya menjadi tanggung jawab kita semua

Riauperistiwa.com Dumai Kabut asap kembali terlihat menyelimuti ruang udara Kota Dumai dan dalam beberapa hari terakhir terlihat semakin menebal. Persoalan asap seakan menjadi agenda rutin, yang terus berulang dan berulang, seakan tidak ada jurus ampuh untuk mengatasinya.

Tentu harus menjadi pemikiran pembesar Negeri mencari solusi mengatasinya, karena di samping membawa dampak

tidak baik terhadap kesehatan, juga menyangkut harkat dan martabat.

Keterkaitan dengan harkat dan martabat, adalah ketika kabut asap, menyeberang dan memasuki teritorial Negeri jiran (Malaysia dan Singapura). Sehingga mereka terganggu dan terusik dengan kehadirannya, maka tudingan miring selalu mereka sematkan kepada Bangsa Kita. “Indon tidak hanya boleh kirim pekerja haram saja, tapi juga eksport asap.” Dan terkadang asap dijadikan isu sentimen yang mendiskreditkan Bangsa kita, sebagai bahan olok-olok Bangsa lain.

Terulang kembali dan berterusan persoalan kabut asap, semestinya penanganannya bukan persoalan rumit dan mustahil. Tetapi entah kenapa sampai sakarang tidak ada formulasi ampuh dan jitu untuk menghentikannya secara permanen. Walaupun para pihak yang dipersalahkan atas timbulnya kabut asap telah banyak dipidanakan, namun tidak mengurangi intensitas dan volume tragedi kabut asap itu sendiri.

Pastinya berharap, persoalan kabut asap dapat segera teratasi, karena menjadi hak semua mahluk hidup di muka bumi untuk menghirup udara segar dan bersih. Semua itu dinyatakan dalam suatu regulasi, oleh karenanya menjadi pemikiran semua pihak untuk melakukan urung rembuk agar persoalan kabut asap teratasi.

Semoga catatan ringan Pimpred Riauperistiwa.com, bermanfaat dan dapat menjadi renungan, bagi kita semua. Wasallam dan terima kasih.***

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed