oleh

Aneh Kayaknya “Jika Perbalakan Liar di Sungai Sembilan Tidak Terendus Oknum Petugas.

Riauperistiwa.com Dumai Sebagaimana diwartakan media ini, Senin (23/09/2019) GNPK-RI “Petugas Bertungkus Lumus Padamkan Api Karhutla, Pelaku Illegal Logging Merajalela di Dumai,” Jika menilik judul diatas dan meneliti kebenaran dari apa yang telah diungkap oleh salah satu Lembaga Penggiat Anti Korupsi tersebut. Tentu menjadi keprihatinan yang mendalam, kenapa tidak, disatu sisi aparat berjibaku padamkan api karhutla dengan segala daya dan upaya.

Bukti Illegal Longging Marak dan Merajalela di Sungai Sembilng.

Eeh!, yang ini malahan berpesta-pora memporak-porandakan hutan yang tersisa, dan terkesan terjadinya pembiaran oleh oknum aparat. Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan dan isapan jempol semata, karena berdasarkan keterangan Wakil Ketua GNPK-RI Provinsi Riau, lfriandi SH. beberapa waktu lalu, dengan menunjukkan bukti-bukti berupa gambar dan rekaman.

“Gambar-gambar dan rekaman ini baru saja diambil oleh Tim Investigasi yang turun langsung ke lapangan Sabtu, (21/09/201) di Kelurahan Bulu Hala, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Sepanjang kanal perbatasan Dumai menuju ke Desa Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir banyak ditemukan kayu-kayu olahan siap jual.” ujarnya, Senin (23/09/2019) kepada Riauperistiwa.com.

Ia juga menjelaskan,” Kayu-kayu illegal logging ini diduga milik toke dan pemain lama seperti inisial (SI), (MO) (SR) dan (KN). Mereka ini seolah-olah luput dari pantauan petugas dan penegak hukim, karena diduga adanya
pemberian upeti kepada oknum-oknum tertentu, sehingga praktek illegal logging ini takkan berhenti selagi ada kayu yang bisa ditebang, dan mereka baru berhenti jika tidak ada lagi pohon kayu yang berdiri,” tutupnya.

Memperkuat alibi lfriandi SH. Wakil Ketua GNPK-RI Provinsi Riau, media mendapat informasi dari seorang warga inisial (Sy), ia mengatakan “Praktek perbalakan liar memang marak terjadi disini, kayu-kayu tersebut bebas saja di bawa keluar, tak pernah saya melihat adanya penangkapan, saya tak heran lagi Pak, biasalah dah kena suap, diamlah macam ular kekenyangan tak dapat bergerak lagi,” ungkapnya berperi bahasa.

Tidak terpantau dan luput dari oknum petugas, menimbulkan kecurigaan, apakah aksi perusak dan pembabat hutan ini terkoordinasi serta adanya kongkalikong seperti dugaan warga, memang benar adanya. Atau memang pintar dan jago mengelabui petugas, “Meski karhutla semakin menjadi-jadi, namun tidak menyurutkan intensitas perbalakan liar, malahan bertambah merajalela,” ungkap (Sy) warga lainnya menimpali.

Semoga koordinasi GNPK-RI Provinsi Riau dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, segera ditindaklanjuti, agar perambah hutan tersebut segera di tangkap dan dihukum seberat-beratnya. Begitu juga dengan oknum yang terlibat, jika benar adanya persekongkolan terjadi sebagaimana dugaan warga tadi. Agar oknum aparat tersebut seret juga sebagai pelaku illegal logging.” pungkas Andi dengan nada geram.*

Pewarta : Zainal Arifin.
: Iwan Fk

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed