oleh

Ahli Waris H Abdul Aziz Berharap Lahan Miliknya Dilirik Satgas Anti Mafia Tanah, Karena Diduga Ada Mafia Bermain

Dumai (Riauperistiwa.com) – Bertempat di Lobby Hotel Cititel Minggu pagi (07/03/2020) sekira pukul 10.30 WIB. Sdr. Zailani yang bertindak atas nama Ahli Waris H. Abdul Azis melakukan konferensi pers. Adapun agenda yang disampaikan pada konferensi pers tersebut terkait persoalan lahan yang terletak di Parit Aziz Kelurahan Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan. Dahulunya sebelum pemekaran terletak di Parit Aziz Desa Muda Bangsal Aceh Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai, lahan tersebut seluas lebih kurang 26.250 M2.

Saat konfetensi pers Zailani berdasarkan Surat Keterangan Ahli Waris dan Kuasa Ahli Waris Nomor: 100/Pem-2005/2009/202 tanggal 01 Juni 2009 dan dan Akta Jual Beli Nomor: 79/AJB/BK/1983 tanggal 30 Maret 1983 atas nama H. Abdul Aziz, serta peta plot izin lokasi dari Kantor Pertanahan Kota Dumai dan peta lokasi pelapor.

Zailani mengaku lahan miliknya tersebut sudah ditanami sawit sebanyak 100 batang dan telah berumur sekitar 4 tahun. Namun Kamis 12 Maret 2020 tanaman sawit tersebut telah dirusak dengan mengunakan alat berat Beko begitupula Plang Nama Advokat selaku kuasa hukumnya sebanyak 3 buah juga ikut dirusak. Atas kejadian tersebut Zailani mengaku mengalami kerugian sebesar 50 juta rupiah.

“Lahan selama ini kita kuasai, warisan dari orang tua yang sudah ditamami sawit, Kamis 12 Maret 2020 sekira Pukul 17.00 WIB yang lalu telah dirusak dengan mengunakan alat berat Beko dan diduga milik PT. Garuda. Saat itu ada upaya pelarangan dan pencegahan dari terlapor, namun Operator Beko beralasan persoalan tanah sudah selesai dan ia hanya mengikuti perintah”. urai Zailani.

Selanjutnya terang Zai “Pengakuan Operator saat itu ia disuruh Manager Hendri Ho untuk membersihkan lahan dan yang bertanggungjawab di lapangan Saudara Zaki. Saya berharap persoalan ini segera dituntaskan dan untuk sementara kepada semua pemangku kebijakan jangan menerbitkan sembarang perizinan sampai persoalan ini tuntas. Terutama berkaitan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

Selain pencaplokan lahan miliknya, Zai juga berangapan banyak kejangalan lain yang terjadi dan salah satunya ada indikasi keterangan tanah pada surat tidak sesuai dengan lokasi fisik dimana laham tersebut berada. Terakhir Zai berharap persoalan ini menjadi atensi Satgas Antimafia Tanah untuk memberantas praktik mafia tanah di daerah terutama di Kecamatan Sungai Sembilan dan memproses hukum para pelakunya.

“Bukan hanya persoalan tanah saya saja yang mereka garap, tetapi banyak persoalan lain yang terjadi salah satunya ada posisi tanah tidak sesuai dengan keterangan pada surat. Harapan saya persoalan ini mendapat perhatian Satgas Anti Mafiatanah dan menindak semia pelaku yang diduga ikut terlibat. Selama ini sudah banyak persoalan tanah yang terjadi di kawasan Kecamatan Sungai Sembilan inilah saatnya harus diungkap”. pungkas Zai.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia. Oleh Karena itu, Kapolri Sigit instruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam memproses hukum kasus-kasus mafia tanah. Dia juga menegaskan kepada jajarannya untuk menindak siapa pun aktor intelektual di balik sindikat mafia tanah.***(RPC)



Perwarta : Zainal Arifin/Didin Marican
Editor : Iwan Nst.

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed